Lauk Nusantara: Bisnis Frozen Food Rumahan asal Kaltim yang Kini Mendunia
- 07 Apr 2026 10:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Usaha makanan beku atau frozen food semakin diminati masyarakat sebagai solusi praktis di tengah kesibukan dan mobilitas yang tinggi. Tren ini dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menghadirkan produk siap saji yang tetap bercita rasa rumahan.
Salah satunya adalah usaha “Lauk Nusantara” milik Devita Mardiana. Dalam Dialog UMKM Bicara, Senin 6 April 2026, Vita mengungkapkan usaha tersebut mulai ia tekuni sejak masa pandemi COVID-19 pada 2021, sebelum kemudian dikembangkan lebih serius pada 2023.
“Lauk Nusantara ini berawal dari resep ibu saya. Saya lanjutkan dan kembangkan sesuai selera pasar saat ini,” ujarnya.
Usaha tersebut sejatinya telah dirintis sang ibu sejak 2007 dengan sistem produksi berdasarkan pesanan. Kini, Vita melanjutkan usaha tersebut dengan fokus pada penyediaan lauk pauk frozen sekaligus mendukung kebutuhan katering, khususnya menu kotakan.
Menurut Vita, peluang bisnis makanan beku cukup besar karena menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan kepraktisan dalam menyiapkan makanan di rumah.
“Sekarang orang ingin serba praktis. Mulai dari sambal, lauk utama, lauk pendamping hingga camilan, semua ingin tersedia siap saji di rumah,” katanya.
Meski masih berbasis produksi rumahan, produk Lauk Nusantara telah dipasarkan di sejumlah warung makan di Samarinda, seperti Warung Padang Pojok Pinang, Warung Rizky di Suryanata, serta beberapa warung sayur di kawasan Sempaja. Ke depan, jangkauan pemasaran ditargetkan terus diperluas.
Untuk penjualan, Vita memanfaatkan berbagai platform digital, mulai dari Instagram, WhatsApp, hingga layanan pesan antar daring dan aplikasi marketplace.
Tak hanya di dalam negeri, produk Lauk Nusantara juga telah menjangkau pasar luar negeri melalui jasa titip, seperti ke Belanda dan Madinah, serta beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya dan Bandung.
Adapun produk unggulan yang ditawarkan antara lain ayam serai, ayam kalasan, popchick katsu, cireng salju, dimsum, tahu bakso ayam, serta aneka sambal seperti sambal pecel, sambal teri Medan, sambal baby cumi, dan sambal bajak.
Vita menegaskan, keunggulan produknya terletak pada proses pengolahan yang telah melalui tahap ungkep dan marinasi dengan rempah pilihan, sehingga cita rasanya tetap terjaga meski dalam bentuk beku. Selain itu, seluruh produk dibuat tanpa bahan pengawet dan diproduksi dalam kondisi segar.
“Untuk menjaga kualitas, kami selalu menggunakan komposisi dan takaran yang konsisten agar rasa tetap stabil,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....