BPBD Kutai Barat Antisipasi Banjir Kiriman Hulu Mahakam

  • 05 Feb 2026 13:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir seiring tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Mahakam. Kondisi tersebut berdampak langsung pada sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang aliran sungai utama di wilayah Kutai Barat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Barat, Bambang Pramudito, mengatakan fluktuasi debit air Sungai Mahakam dapat terjadi dengan sangat cepat, terutama ketika wilayah hulu, seperti Kabupaten Mahakam Ulu, diguyur hujan lebat dalam waktu lama.

“Walaupun di Kutai Barat tidak hujan, kalau di wilayah hulu Mahakam airnya naik, kami tetap bisa terdampak banjir. Karena itu kami selalu memantau perkembangan dari Mahakam Ulu,” ujar Bambang dalam dialog interaktif Halo Kaltim Pro1 Samarinda, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, BPBD Kutai Barat secara rutin memonitor informasi cuaca dan tinggi muka air melalui koordinasi lintas daerah serta grup pemantauan terpadu. Selain itu, pemantauan curah hujan lokal juga terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kiriman.

Menurut Bambang, sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Mahakam menjadi perhatian utama BPBD. “Mulai dari Kecamatan Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, hingga Penyinggahan, semuanya berada di kawasan rawan terdampak luapan Sungai Mahakam,” ucapnya.

Baca juga: BPBD Mahakam Ulu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Selain Sungai Mahakam, Sungai Kedang Pahu juga menjadi faktor risiko banjir di wilayah Kutai Barat. Bambang menuturkan, ketika curah hujan tinggi terjadi secara bersamaan di daerah aliran sungai tersebut, potensi genangan meningkat signifikan, terutama di Kecamatan Muara Pahu dan Penyinggahan.

“Kalau Sungai Kedang Pahu naik dan Mahakam juga naik, dampaknya cukup besar, terutama di Muara Pahu dan Penyinggahan. Itu yang selalu kami antisipasi,” katanya.

Meski demikian, Bambang menyampaikan berdasarkan pemantauan terbaru, kondisi kantong-kantong air seperti danau dan daerah tampungan sementara masih dalam batas aman. Namun, ia mengingatkan bahwa situasi tersebut dapat berubah dalam beberapa hari ke depan jika hujan terus berlanjut.

“Kantong-kantong air ini masih belum terlalu tinggi, tetapi kalau ada peningkatan dalam beberapa hari ke depan, itu sudah harus kita waspadai,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, BPBD Kutai Barat telah melakukan pemetaan titik-titik rawan banjir sebagai prioritas pengawasan. Bambang menyebut Kecamatan Long Iram dan Tering sebagai wilayah yang paling sering dan paling lama terdampak banjir setiap tahunnya.

“Yang paling sering dan durasi banjirnya cukup lama itu di Kecamatan Long Iram dan Tering. Dua wilayah ini menjadi fokus utama pengawasan kami,” ucapnya.

BPBD Kutai Barat mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, serta segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....