BPBD Mahakam Ulu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

  • 05 Feb 2026 13:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Memasuki awal tahun 2026, Kalimantan Timur masih berada dalam periode musim hujan dengan intensitas yang relatif tinggi. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan seluruh pihak, khususnya di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi seperti Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat. Wilayah dengan karakter geografis perbukitan dan aliran sungai besar ini rawan mengalami banjir dan tanah longsor saat curah hujan meningkat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat di Kalimantan Timur masih berpotensi terjadi disertai angin kencang, kilat, dan petir. Faktor geografis dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi di bagian barat Kaltim turut memengaruhi dinamika cuaca yang dapat berubah secara tiba-tiba.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengatakan dukungan pemerintah provinsi sangat penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerahnya. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog interaktif Halo Kaltim Pro1 RRI Samarinda, dikutip Kamis 5 Februari 2026.

“Bantuan dari Gubernur Kalimantan Timur berupa satu unit speedboat dan lima unit perahu polietilena sangat membantu kami dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir,” ujar Agus kepada RRI.

Ia menjelaskan, keterbatasan sarana transportasi sungai selama ini menjadi tantangan utama dalam penanganan darurat di Mahakam Ulu. Menurutnya, perahu evakuasi sangat dibutuhkan untuk menjangkau wilayah terdampak banjir yang tidak bisa dilalui kendaraan darat. “Perahu-perahu ini nantinya sangat berguna untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak,” katanya.

Selain itu, Mahakam Ulu juga menerima ambulans terapung yang merupakan skema pinjam pakai dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Agus menuturkan, ambulans terapung menjadi solusi efektif dalam kondisi darurat kesehatan saat banjir melanda wilayah pedalaman. “Mobil ambulans darat tidak mungkin menjangkau daerah banjir, sehingga transportasi sungai menjadi pilihan paling efektif,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kutai Barat, Bambang Pramudito, menekankan pentingnya kesiapan peralatan dan sumber daya manusia menghadapi cuaca ekstrem. Ia menyebut koordinasi lintas daerah dan lintas sektor harus terus diperkuat agar respons kebencanaan dapat berjalan cepat dan tepat.

Menurut Bambang, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan saat tanggap darurat, tetapi juga pada fase prabencana melalui pemetaan wilayah rawan dan edukasi kepada masyarakat. “Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban dan kerugian,” katanya.

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, pemerintah daerah bersama BPBD di Mahakam Ulu dan Kutai Barat terus meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan pohon tumbang, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....