Cuaca dan Infrastruktur Pascapanen Hambat Serap Gabah Bulog di Kaltim

  • 17 Jul 2026 15:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda menyebut cuaca dan keterbatasan sarana pascapanen masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program serap gabah di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal itu diungkapkan Asisten Manajer Pemasaran Kantor Cabang Perum Bulog Samarinda, Rizki Nur Fahripan.

Ia mengatakan, sebagian penggilingan padi di Kalimantan Timur masih menggunakan peralatan sederhana. "Untuk daerah Kaltim, yang saya lihat kendalanya masih cuaca. Infrastruktur pascapanennya juga masih kurang karena mesin penggilingannya masih sederhana," kata Rizki, dikutip pada Jumat, 17 Juli 2026.

Selain itu, Rizki menjelaskan, masih ada petani yang memanen padi sebelum memasuki masa panen optimal. Akibatnya, kualitas gabah yang dihasilkan belum maksimal saat diproses menjadi beras.

Di sisi lain, petani juga menghadapi kendala lain, seperti ketersediaan pupuk dan serangan hama sehingga memengaruhi hasil produksi padi di sejumlah sentra pertanian.

Meski demikian, Rizki memastikan, semua kendala tersebut tidak mempengaruhi stok beras yang ada di enam kabupaten/kota, yakni Kota Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.

"Program ini berjalan dengan aman, karena kita roll over (diisi dan diperbarui) terus stoknya. Kita saling melengkapi. Artinya, kalau misalnya di sini kurang ya daerah lain meng-cover," ujar Rizki.

Selain itu, dalam menjalankan program serap gabah, Bulog juga melibatkan gabungan kelompok tani (Gapoktan), penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan Babinsa. Ketiga pihak tersebut membantu memberikan informasi kepada Bulog ketika petani memasuki masa panen.

"Jadi kita bekerja sama. Saling menginfokan kalau ada panen. Nanti kita cek kalau itu memang sesuai kriteria. Kita ambil gabahnya nanti kita olah di mitra penggilingan kita," ucap Rizki.

Ia menambahkan, sejak 2025, penyerapan gabah di Kaltim telah dilakukan di sejumlah sentra produksi, seperti Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaubun di Kabupaten Kutai Timur, serta beberapa wilayah di Kota Samarinda.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog mendukung program swasembada pangan yang digaungkan Presiden Prabowo sekaligus demi menjaga ketersediaan beras di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....