Upaya Pelestarian Bahasa Daerah, Balai Bahasa Kaltim Sediakan Kamus Gratis

  • 11 Apr 2026 13:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Bahasa daerah terus menghadapi tantangan di tengah perkembangan zaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk menjaga keberlangsungannya, salah satunya melalui penyusunan dan penyediaan kamus bahasa daerah yang mudah diakses masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Suindah Sari, dalam Program Obrolan Budaya Pro 4 RRI Samarinda. Ia menjelaskan bahwa masyarakat kini dapat mengakses kamus bahasa daerah secara daring (online).

Menurutnya, akses kamus tersebut diberikan secara gratis. Selain versi digital, tersedia pula versi cetak yang dapat diperoleh melalui prosedur tertentu.

“Untuk versi cetak, masyarakat dapat mengajukan permohonan secara resmi ke Balai Bahasa. Namun, jumlahnya terbatas sehingga ada prosedur yang harus diikuti,” ujarnya, Sabtu 11 April 2026.

Lebih lanjut, Suindah Sari menyebutkan tujuan utama penyusunan kamus adalah sebagai bentuk dokumentasi bahasa daerah. Meski demikian, manfaatnya juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama generasi muda.

Ia menegaskan kamus dapat menjadi rujukan awal dalam mempelajari bahasa daerah. Namun, untuk penguasaan yang lebih optimal, tetap diperlukan interaksi langsung dengan penutur asli.

Dalam pengembangan ke depan, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur juga menetapkan prioritas bahasa yang akan disusun menjadi kamus, salah satunya bahasa Tidung.

“Bahasa Tidung telah menjadi sasaran revitalisasi selama dua tahun. Tahun ini, kami menyiapkan kamusnya sebagai referensi pembelajaran,” katanya.

Selain itu, bahasa Basap di Kabupaten Berau juga menjadi prioritas karena jumlah penuturnya yang semakin berkurang. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan akibat adanya pergeseran penggunaan bahasa di tengah masyarakat.

Suindah Sari juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menyusun kamus bahasa daerah secara mandiri.

“Masyarakat dapat bekerja sama dengan kami. Nantinya, kami akan memberikan pendampingan mulai dari penentuan kelas kata hingga penyusunan definisi yang tepat,” ujarnya menjelaskan.

Ia mengakui penyusunan kamus bukanlah hal yang sederhana karena membutuhkan pemahaman kebahasaan yang memadai. Kesalahan dalam menentukan kelas kata maupun definisi dapat memengaruhi kualitas kamus.

Di akhir pernyataannya, ia berharap generasi muda lebih aktif menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Bahasa daerah akan tetap lestari jika digunakan secara aktif, terlebih jika diimbangi dengan karya tulis seperti cerita atau karya lainnya dalam bahasa daerah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....