Muraqabah, Kesadaran bahwa Allah Selalu Mengawasi Setiap Perbuatan
- 02 Okt 2026 07:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Probolinggo - Kesadaran bahwa Allah SWT selalu hadir dan mengawasi setiap perbuatan manusia menjadi salah satu bentuk penting dalam meningkatkan keimanan. Sikap ini dikenal dengan istilah muraqabah, yakni merasa senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.
Dalam kajian keislaman, disampaikan bahwa manusia cenderung lebih berhati-hati ketika mengetahui dirinya sedang diawasi secara langsung. Berbeda halnya ketika pengawasan dilakukan melalui kamera atau sistem yang tidak diketahui keberadaannya.
Namun, pengawasan Allah SWT tidak pernah terputus. Allah merupakan Ar-Raqib Al-Hadir, Zat Yang Maha Mengawasi dan Maha Hadir. Setiap perbuatan manusia diketahui dan disaksikan oleh-Nya.
Dikutip dari kanal YouTube Al wafa Tarim, Kamis 1 Oktober 2026, Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor menjelaskan pemahaman tersebut semakin kuat ketika manusia menyadari bahwa pada hari kiamat, Allah SWT akan menghisab setiap amal yang dilakukan. Berbeda dengan hakim di dunia yang memerlukan keterangan dari pihak yang bersaksi dan pembela, Allah SWT mengetahui secara langsung seluruh perbuatan hamba-Nya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hadid ayat 4:
"Wa huwa ma'akum aina ma kuntum, wallahu bima ta'maluna bashir."
| Baca juga: Korupsi dalam Perspektif Islam |
Artinya, Allah bersama manusia di mana pun mereka berada, dan Allah Maha Melihat apa yang dikerjakan.
"Kesadaran tersebut seharusnya mendorong manusia untuk berhati-hati dalam setiap keadaan. Baik ketika berada di rumah, tempat kerja, sawah, kebun maupun pasar, Allah SWT tetap mengetahui apa yang dilakukan, diucapkan, bahkan apa yang ada dalam hati manusia," ujar Habib Hasan.
Menurut kajian tersebut, salah satu hal yang membuat manusia berani melakukan maksiat adalah ketidaktahuan dan kelalaian dalam mengenal Allah SWT. Padahal, Allah memberikan berbagai kenikmatan, keselamatan, serta kesempatan untuk bertaubat.
Allah SWT bahkan memberikan kesempatan kepada manusia untuk kembali kepada-Nya. Ketika seseorang melakukan kesalahan, azab tidak selalu diberikan secara langsung. Kesempatan untuk bertaubat menjadi bentuk kasih sayang dan kesabaran Allah SWT kepada hamba-Nya.
Kesadaran akan pengawasan Allah juga berkaitan erat dengan kualitas salat. Ketika seseorang menghadap Allah dalam salat, hatinya semestinya tidak berpaling kepada selain-Nya.
Ibadah tersebut menjadi bagian dari maqam ihsan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa ihsan adalah menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya. Jika tidak mampu melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihat diri kita.
Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor mengatakan keyakinan bahwa Allah selalu melihat inilah yang melahirkan muraqabah. Para wali dan orang-orang saleh senantiasa berusaha menjaga kesadaran tersebut dalam kehidupan mereka.
Dengan muraqabah, seseorang tidak hanya takut berbuat dosa ketika ada manusia yang mengawasi. Lebih dari itu, ia menjaga perilaku karena menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah luput mengawasi dan mengetahui setiap perbuatan.
"Kesadaran tersebut diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih hati-hati, ikhlas dalam beribadah, serta senantiasa merasa dekat dengan Allah SWT," kata Habib Hasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....