Kemerdekaan dengan Iman, Bergerak dalam Kebaikan untuk Mengisi Kemerdekaan

  • 16 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda - Momentum kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan bangsa dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu, kemalasan, kesombongan, dan kebencian. Hal tersebut disampaikan Ustaz Andi Muhammad Narto kepada RRI sekaligus mengajak umat Islam memaknai kemerdekaan melalui keimanan dan perbuatan nyata.

Ustaz Andi Muhammad Narto mengatakan, kemerdekaan dalam perspektif Islam bukan berarti bebas melakukan segala sesuatu tanpa batas, melainkan kebebasan untuk memilih dan memperjuangkan kebaikan. “Kemerdekaan yang kita maksudkan adalah kemerdekaan yang bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi bebas untuk memilih jalan kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, seseorang dapat hidup di negara yang telah merdeka, tetapi dirinya belum tentu merdeka secara keimanan apabila masih diperbudak oleh hawa nafsu, ego, kebencian, kemalasan, dan kesombongan. “Merdeka dengan iman artinya kita mampu mengarahkan kebebasan diri untuk amalul khair, amalul hasan, yaitu bebas melakukan perbuatan baik yang bermanfaat,” kata Ustaz Andi Muhammad Narto.

Ia menegaskan, kemerdekaan dengan iman harus diwujudkan melalui ikhtiar dan amal, bukan hanya sebatas niat atau ucapan. Hal itu sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Surah An-Najm ayat 39,yang berarti manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.

Ustaz Andi Muhammad Narto menjelaskan, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan membutuhkan usaha untuk mewujudkan kebaikan. “Setelah kita merdeka dengan iman, ternyata hidup kita ini tidak cukup dengan hanya niat yang baik, tetapi membutuhkan ikhtiar, amal, dan perbuatan,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai waktu untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, perubahan tersebut sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11, yang berarti sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, gerakan kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kejujuran, menolong sesama, membersihkan lingkungan, menghormati orang lain, serta konsisten menjalankan ibadah. “Kita tidak mesti kaya atau memiliki posisi tertentu untuk menjadi orang yang bergerak dalam kebaikan, karena semua orang dapat memberikan manfaat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Ia mengingatkan, Islam mendorong umat untuk membangun kebaikan secara konsisten meskipun dimulai dari amalan yang kecil. Ustaz Andi Muhammad Narto mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.

Ia menambahkan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu perlu diisi dengan kontribusi positif yang mencerminkan keimanan dan akhlak. “Mari kita menjadi generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, produktif, peduli, dan bermanfaat, sehingga kita benar-benar merdeka di dalam keimanan dan bergerak dalam kebaikan,” ucap Ustaz Andi Muhammad Narto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....