Menelurusi Akar Godaan Korupsi dalam Diri Manusia

  • 21 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Mempertahankan sikap jujur di tengah lingkungan yang serba permisif bukanlah perkara mudah. Ustaz Muhammad Nurcholis Alhadi memaparkan sejumlah faktor utama yang membuat seseorang sulit berlaku jujur hingga akhirnya terjerat dalam tindakan koruptif.

Faktor pertama berkaitan erat dengan dorongan duniawi yang berlebihan. Kecintaan terhadap kemewahan, status sosial, serta gaya hidup konsumtif kerap memicu seseorang untuk menghalalkan segala cara demi memenuhi keinginannya.

Faktor berikutnya adalah timbulnya rasa takut miskin yang berlebihan, padahal jaminan rezeki telah ditetapkan oleh Allah Swt. Selain itu, tekanan lingkungan yang menganggap kecurangan sebagai hal yang lumrah turut memperparah kondisi sosial masyarakat.

"Kata-kata yang sering diulang oleh orang-orang dan sering terbersit dalam hati orang itu 'Ah semua orang juga begitu, yang lain kan juga begitu, gak cuma saya, ini kan sudah jadi rahasia umum'. Nah gitu, ini budaya yang harus dilawan," ujar Ustaz Nurcholis dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.

Kondisi tersebut diperburuk oleh hilangnya rasa muraqabah atau perasaan selalu diawasi oleh Allah Swt. Ketika seseorang merasa tindakannya tidak diketahui oleh lembaga pengawas atau publik, ia merasa bebas melakukan kecurangan.

Padahal, dalam pandangan spiritual, setiap gerak-gerik manusia tidak pernah luput dari pengawasan-Nya. Ketidakberadaan rasa diawasi inilah yang merobohkan benteng pertahanan moral seseorang saat menghadapi godaan materi.

"Kenapa kita susah berlaku jujur itu karena kita hilang rasa diawasi oleh Allah, kita merasa Allah gak melihat. Jadi kalau orang mau korupsi, mau jujur, mau curang, mau apapun itu, mungkin orang lain tidak lihat, mungkin KPK tidak mengendus, tapi Allah tahu," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....