Korupsi dalam Perspektif Islam
- 21 Agt 2026 07:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemberitaan di berbagai media Indonesia, kerap mengungkap kasus-kasus korupsi yang menjerat para pemangku jabatan. Uang yang semestinya digunakan untuk membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat justru diselewengkan dan dinikmati segelintir orang.
Kepada RRI, Ustaz KH.M.Khozin menjelaskan, dalam perspektif Islam, korupsi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah. Korupsi bukan hanya mencederai kepercayaan rakyat tapi juga penghianatan terhadap bangsa.
“ Jabatan yang diemban adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Ustaz Khozin.
| Baca juga: Hak Anak dalam Perspektif Islam |
Dalam Islam, korupsi juga termasuk dosa besar. Tindakan koruptif juga merupakan tindak pidana yang harus dipertanggungjawabkan dan pelakunya wajib dihukum.
Korupsi adalah bentuk penyelewengan harta yang termasuk dalam perbuatan ghulul, yaitu mengambil atau menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Karena itu, perbuatan ini sangat dikecam dalam ajaran Islam.
“ Orang yang melakukan ghulul juga diancam dengan hukuman yang berat. Harta yang diselewengkannya akan dibawa pada hari kiamat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya, “ ucap Ustaz Khozin.
Allah Swt berfirman dalam Surat Ali Imran Ayat 161, yang artinya, “Tidak layak seorang nabi menyelewengkan (harta rampasan perang). Siapa yang menyelewengkan (-nya), niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang diselewengkannya itu. Kemudian, setiap orang akan diberi balasan secara sempurna sesuai apa yang mereka lakukan dan mereka tidak dizalimi”. (QS. Ali Imran: 161)
Ulama besar asal Suriah, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir, Juz 4, halaman 151, menjelaskan bahwa suap, gratifikasi, korupsi, dan perbuatan sejenisnya termasuk dalam kategori ghulul, yaitu penyelewengan terhadap harta yang menjadi amanah. Orang yang melakukan perbuatan tersebut akan menghadapi pertanggungjawaban yang berat di akhirat. Harta yang diselewengkannya akan menjadi beban yang harus dipikul pada hari kiamat
“ Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari sifat-sifat buruk, terutama sifat yang merugikan dan menzalimi orang lain. Sebab, setiap perbuatan buruk bukan hanya merusak kehidupan sesama, tetapi juga semakin menjauhkan diri kita dari Allah Swt, “ ujar Ustaz Khozin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....