Ada Tiga Golongan yang Disebut Memiliki Doa yang tak Tertolak oleh Allah Swt
- 02 Sep 2026 19:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Doa menjadi salah satu bentuk ibadah umat Islam untuk memohon pertolongan, kebaikan, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Selain sebagai sarana memohon, doa juga dapat memberikan ketenangan, meredakan kegelisahan, menumbuhkan optimisme, dan memperkuat hubungan spiritual seorang Muslim dengan Allah Swt.
Dalam ajaran Islam, terdapat tiga golongan yang disebut memiliki doa yang tidak tertolak oleh Allah Swt. Ketiganya ialah pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, serta orang yang terzalimi.
Keterangan tersebut bersumber dari hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Hadis mengenai keutamaan tiga golongan tersebut tercantum dalam sejumlah kitab hadis, di antaranya karya Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi.”
Dalam hadis tersebut juga disebutkan bahwa Allah akan mengangkat doa orang yang terzalimi di bawah naungan awan pada hari kiamat. Pintu-pintu langit akan dibukakan dan Allah menjanjikan pertolongan atas doa tersebut.
Pentingnya berdoa juga ditegaskan Allah Swt dalam Al-Qur'an, salah satunya melalui QS Al-Ghafir ayat 60.
Allah Swt berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ ٦٠
Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’”
Pemimpin yang Adil
Golongan pertama adalah pemimpin yang menjalankan tanggung jawabnya dengan adil. Pemimpin memiliki kewenangan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat secara luas.
Keadilan tersebut tercermin melalui kebijakan yang tidak membeda-bedakan masyarakat. Pemimpin juga dituntut menjalankan amanah serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat dalam setiap keputusan.
Doa pemimpin yang adil memiliki keutamaan karena kepemimpinannya berkaitan dengan kepentingan dan kemaslahatan banyak orang.
Orang yang Berpuasa hingga Berbuka
Golongan kedua adalah orang yang menjalankan ibadah puasa hingga tiba waktu berbuka. Keutamaan tersebut mencakup puasa wajib maupun puasa sunah.
Selama berpuasa, seorang Muslim menahan diri dari makan dan minum. Ia juga menjaga perilaku serta menjauhi berbagai hal yang dilarang dalam ajaran Islam.
Karena itu, waktu menjelang berbuka menjadi salah satu momentum yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Seorang Muslim dapat memanfaatkannya untuk memohon kebaikan dan pertolongan kepada Allah Swt.
Orang yang Terzalimi
Golongan ketiga adalah orang yang mengalami kezaliman atau mendapatkan perlakuan tidak adil. Dalam hadis tersebut, doa orang yang terzalimi mendapat perhatian khusus.
Keutamaan ini sekaligus menjadi peringatan agar setiap orang tidak melakukan tindakan yang merugikan atau menyakiti orang lain.
Islam melarang perbuatan zalim dan mengajarkan umat manusia untuk menghormati hak serta memperlakukan sesama dengan baik. Larangan terhadap kezaliman juga ditegaskan dalam hadis Qudsi.
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan zalim atas diri-Ku. Dan Aku jadikan perbuatan haram di antara kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian saling berbuat zalim.”
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kezaliman merupakan perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam. Umat Muslim pun dianjurkan menjaga perilaku, menghormati hak orang lain, dan menjauhi segala bentuk kezaliman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....