Panduan dan Anjuran Amalan Puasa Sunah di Bulan Muharam

  • 17 Jun 2026 09:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ibadah puasa merupakan salah satu pilar utama dalam pembentukan karakter seorang Muslim guna menekan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain puasa wajib di bulan Ramadan, Islam juga menyediakan berbagai momentum puasa sunah yang memiliki keutamaan luar biasa. Salah satu momentum terbaik untuk melaksanakan ibadah puasa sunah tersebut ada di sepanjang bulan Muharam.

Menanggapi antusiasme umat dalam menyambut bulan mulia ini, Ustaz Muhammad Khozin memaparkan panduan komprehensif mengenai amalan puasa sunah. Ia menekankan, bulan Muharam memiliki kekhasan tersendiri yang menjadikannya sebagai waktu berpuasa paling utama setelah bulan Ramadan. Oleh karena itu, melewatkan hari-hari di bulan ini tanpa berpuasa merupakan sebuah kerugian spiritual yang besar.

Keutamaan puasa di bulan Muharam bersumber dari hadis-hadis sahih yang menganjurkan umat untuk memperbanyak puasa. Secara khusus, terdapat satu hari yang sangat ditekankan yaitu hari kesepuluh Muharam yang dikenal dengan nama hari Asyura. Puasa pada hari tersebut memiliki jaminan pengampunan atas kekhilafan masa lalu.

"Amalan yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah yaitu bulan Muharam, khususnya puasa Asyura yang menghapus dosa setahun lalu,” ujar Ustaz Khozin, dikutip Rabu, 17 Juni 2026.

Untuk menyempurnakan ibadah tersebut serta sebagai pembeda dari ritual keagamaan umat lain, para ulama menganjurkan umat Islam tidak hanya berpuasa di hari kesepuluh saja. Diperlukan puasa pendamping pada hari kesembilan Muharam yang disebut sebagai puasa Tasua. Kombinasi kedua puasa ini mencerminkan ketaatan yang mutlak sekaligus kepatuhan terhadap sunah Rasulullah.

Selain puasa Tasua dan Asyura, umat Islam juga disarankan untuk melanjutkan konsistensi berpuasa hingga pertengahan bulan. Puasa rutin bulanan yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah, atau yang akrab disebut puasa Ayyamul Bidh, tetap dianjurkan untuk dilaksanakan demi menjaga kontinuitas kebiasaan baik.

"Untuk melengkapi amalan ini, kita dianjurkan berpuasa mulai dari hari Tasua pada sembilan Muharam, dilanjutkan Asyura, hingga puasa Ayyamul Bidh,” kata Ustaz Khozin.

Melalui penjadwalan amalan yang terstruktur ini, diharapkan umat Islam dapat menyusun agenda ibadah harian mereka dengan lebih baik selama bulan Muharam. Puasa sunah tidak hanya berfungsi sebagai penghapus dosa-dosa kecil di masa lalu, melainkan juga sarana detoksifikasi spiritual dan fisik. Kesadaran untuk menjalankan amalan ini menjadi tolok ukur kecintaan seorang hamba terhadap tuntunan nabawi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....