Ridha Menerima Takdir Allah, Kunci Ketenangan dan Kebahagiaan Hidup
- 09 Jul 2026 12:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarindaa – Setiap manusia dianjurkan untuk berikhtiar dan berusaha meraih cita-cita serta harapan. Namun, hasil akhir tetap berada dalam ketetapan Allah SWT. Ketika Allah tidak mentakdirkan sesuatu sesuai keinginan manusia, segala ikhtiar yang telah dilakukan harus diiringi dengan kesiapan menerima hasilnya. Sikap menerima ketentuan Allah menjadi bekal penting agar seseorang tidak larut dalam kekecewaan, stres, ataupun putus asa ketika menghadapi kegagalan.
Dikutip dari TV Alwafa Tarim, Kamis 9 Juli 2026, Habib Hasan menjelaskan ketetapan Allah tidak akan berubah hanya karena keinginan manusia.
"Jika kita tidak ridha, hal itu tidak akan mengubah ketetapan Allah. Ini adalah takdir Allah, bukan sekadar keinginan kita," ujarnya.
Menurutnya, bumi dan seluruh kehidupan adalah milik Allah SWT. Karena itu, tidak semua keinginan manusia harus terwujud di dunia. Manusia perlu menyadari posisinya sebagai makhluk yang hanya mampu berusaha, sedangkan Allah-lah yang menentukan hasilnya.
Habib Hasan mengingatkan agar seseorang tidak berlebihan memikirkan persoalan hidup. Para wali dan orang-orang saleh pun tidak luput dari berbagai ujian. Apabila suatu masalah belum terselesaikan, bisa jadi Allah menundanya pada waktu terbaik menurut kehendak-Nya.
Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak terlalu memedulikan penilaian orang lain. Yang lebih utama adalah menerima ketetapan Allah dengan hati yang lapang sehingga kehidupan dapat dijalani dengan lebih tenang.
Menurutnya, siapa pun dapat mengalami kegagalan, termasuk seorang presiden yang memiliki kekuasaan dan fasilitas lengkap. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki kuasa penuh atas hasil yang diinginkannya.
"Ikhtiar hanyalah bentuk usaha, sedangkan penentu hasil akhirnya adalah Allah SWT," katanya.
Habib Hasan menegaskan, ridha terhadap ketetapan Allah merupakan salah satu kunci kebahagiaan sejati. Bahkan ketika seseorang diuji dengan sakit atau musibah, ketenangan hati tetap dapat dirasakan apabila mampu menerima takdir dengan penuh keikhlasan.
Ia mencontohkan banyak orang yang hidup sederhana, tetapi tetap mampu tersenyum karena memiliki rasa syukur. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang bergelimang harta justru merasa gelisah dan kehilangan kebahagiaan.
Menurutnya, kebahagiaan tidak ditentukan oleh banyaknya harta, melainkan oleh keridhaan terhadap segala ketentuan Allah SWT.
Habib Hasan juga menjelaskan tentang kondisi ittirar, yaitu keadaan ketika manusia benar-benar berada dalam kesulitan dan tidak memiliki daya untuk menyelesaikan persoalannya.
| Baca juga: Mensyukuri Nikmat Hidayah Allah Swt |
Ia mencontohkan kisah Nabi Musa AS dan kaumnya ketika dikejar oleh Firaun hingga terdesak di tepi laut. Dalam kondisi tersebut, tidak ada lagi pertolongan yang dapat diharapkan selain dari Allah SWT.
Menurutnya, keadaan ittirar menjadi momentum bagi seorang hamba untuk bertawakal secara total kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa hanya Dia yang mampu memberikan jalan keluar.
Ia mengatakan, doa yang dipanjatkan dalam kondisi ittirar merupakan doa yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.
Habib Hasan berharap umat Islam senantiasa diberi kekuatan untuk menerima setiap ketentuan Allah dengan hati yang lapang, terus berikhtiar, serta bertawakal kepada-Nya.
Ridha atas segala ketetapan Allah, menurutnya, merupakan sumber ketenangan hati dan kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....