Wewangian hingga Salat, Inilah Kecintaan Rasulullah SAW

  • 02 Sep 2026 08:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Probolinggo - Dalam berbagai majelis ilmu, sering disampaikan sebuah hadis populer mengenai hal-hal yang dicintai Rasulullah SAW dari kehidupan dunia. Namun, para ulama menjelaskan bahwa lafaz “tiga perkara yang aku cintai dari dunia kalian” merupakan tambahan yang terdapat dalam sebagian riwayat, sehingga perlu dipahami secara hati-hati dalam konteks periwayatan hadis.

Adapun dalam hadis tersebut disebutkan kecintaan Rasulullah SAW terhadap wewangian dan perempuan salehah, serta dijadikannya salat sebagai penyejuk mata beliau. Kecintaan Rasulullah terhadap keharuman menjadi salah satu teladan yang kemudian berkembang dalam tradisi menjaga kebersihan dan penampilan di tengah kehidupan umat Islam.

Dalam tradisi Islam, aroma yang harum memiliki kedudukan tersendiri. Keharuman dan kebersihan menjadi bagian dari adab yang dianjurkan, terutama ketika seseorang hendak beribadah dan menghadiri majelis ilmu. Para ulama juga menjelaskan bahwa kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kenyamanan serta menjaga kehormatan seseorang.

Dikutip dari kanal YouTube Alwafa Tarim TV, Selasa 1 September 2026, Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor mengatakan tidak mengherankan apabila dalam berbagai majelis zikir, pengajian, dan kegiatan keagamaan kerap digunakan gaharu maupun beragam jenis wewangian.

Penggunaan wewangian tersebut, menurutnya, bukan semata-mata untuk memperindah suasana. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap majelis ilmu dan syiar agama, sekaligus upaya meneladani kecintaan Rasulullah SAW terhadap kebersihan dan keharuman.

Kebersihan dan keharuman juga dinilai dapat memberikan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, para penuntut ilmu dianjurkan menjaga kebersihan badan, pakaian, serta lingkungan tempat belajar. Kebiasaan mandi, berpakaian rapi, dan menggunakan wewangian secara wajar dapat menjadi bagian dari adab dalam menuntut ilmu.

Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor juga menjelaskan bahwa banyak ulama dan tokoh saleh dikenal memiliki perhatian besar terhadap kebersihan dan keharuman diri. Bahkan, dalam sejumlah kisah disebutkan adanya ulama yang menyukai hadiah berupa gaharu berkualitas baik.

Pengeluaran untuk kebutuhan wewangian, menurut penjelasan para ulama, tidak dipandang sebagai pemborosan selama dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan. Tujuannya bukan untuk bermegah-megahan, melainkan menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kemuliaan diri.

Selain wewangian, Rasulullah SAW juga menyebut perempuan salehah sebagai salah satu kenikmatan dalam kehidupan dunia. Kehadiran pasangan yang salehah dapat menjadi sumber ketenteraman, kebahagiaan, serta penopang dalam membangun kehidupan keluarga.

“Dengan akhlak yang baik dan ketaatan kepada Allah SWT, seorang perempuan dapat menjadi penopang kebahagiaan rumah tangga serta penyejuk hati bagi suami dan anak-anaknya,” ujar Al Habib Hasan.

Dalam penjelasannya, Al Habib Hasan juga menekankan pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat. Ilmu menjadi salah satu kenikmatan yang tidak berkurang seiring bertambahnya usia. Berbeda dengan sejumlah kenikmatan fisik yang dapat berubah seiring perjalanan waktu, keinginan untuk belajar dan memahami ilmu dapat terus tumbuh.

Karena itu, para ulama senantiasa mendorong umat Islam untuk terus menuntut ilmu, terutama ilmu yang dapat mendekatkan manusia kepada Allah SWT dan memperbaiki akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak dari berbagai kenikmatan tersebut adalah salat. Rasulullah SAW bersabda bahwa salat dijadikan sebagai penyejuk mata beliau. Ketika berdiri menghadap Allah SWT, Rasulullah memperoleh ketenangan dan kebahagiaan spiritual yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi.

“Karena itulah beliau senang memanjangkan salatnya dan larut dalam munajat kepada Allah,” ujar Al Habib Hasan.

Bagi seorang Muslim, salat tidak semestinya hanya dipandang sebagai kewajiban yang harus ditunaikan. Salat juga menjadi ruang untuk menenangkan hati, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta memperoleh ketenteraman di tengah berbagai persoalan kehidupan.

Seseorang yang mulai merasakan kedekatan dan ketenangan dalam salat akan menjadikan ibadah tersebut sebagai kebutuhan spiritual. Di tengah kesibukan dunia, salat menjadi tempat kembali untuk menata hati dan mengingat tujuan kehidupan.

Melalui pembahasan tersebut, umat Islam diajak meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan menjaga kebersihan dan keharuman, membangun keluarga yang dilandasi ketakwaan, terus menuntut ilmu, serta menjadikan salat sebagai sumber ketenangan dan kebahagiaan.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya seorang Muslim untuk mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....