Sikap Tabayun Sebagai Benteng dari Informasi Hoaks
- 07 Jul 2026 13:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Maraknya penyebaran informasi melalui media sosial, menuntut masyarakat semakin selektif dalam menerima dan membagikan sebuah informasi. Sikap tabayun atau melakukan verifikasi dinilai menjadi benteng utama agar masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong.
Ustaz Agus Suwarto Edi dari Sahabat Misykat Indonesia menilai, derasnya arus informasi digital membuat seseorang sangat mudah menerima berbagai kabar tanpa mengetahui kebenarannya.
Menurutnya, algoritma media sosial dirancang agar pengguna terus mengonsumsi berbagai konten. Kondisi ini berpotensi membuat seseorang lengah hingga menyebarkan informasi yang belum melalui proses pengecekan.
"Algoritma itu dirancang untuk membuat kita betah. Akibatnya muncul fitnah, adu domba, dan pemikiran menyimpang yang menyebar tanpa filter," katanya, dikutip Selasa 7 Juli 2026.
Islam telah memberikan pedoman melalui Al-Qur'an agar setiap informasi yang datang, terlebih dahulu diperiksa kebenarannya sebelum disampaikan kepada orang lain.
Selain itu, Rasulullah Saw juga mengingatkan bahwa seseorang dapat dianggap berdusta apabila menceritakan semua hal yang didengarnya tanpa melakukan klarifikasi. Karena itu, budaya tabayun dinilai semakin relevan di tengah perkembangan media digital.
"Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan setiap apa yang didengarnya tanpa melakukan tabayun," ujar Ustaz Agus.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terpancing membagikan informasi yang belum jelas sumbernya. Sebaliknya, media sosial hendaknya dimanfaatkan sebagai ruang berbagi ilmu, menyebarkan pesan kebaikan dan mempererat ukhuwah antar sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....