Mengenal Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
- 17 Jul 2026 11:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penanggalan Hijriah tidak hanya menjadi acuan pelaksanaan ibadah umat Islam, tetapi juga menyimpan sejarah panjang lahirnya sistem administrasi dalam peradaban Islam.
Ustaz Rahmatullah dari Sahabat Misykat Indonesia menjelaskan kalender Hijriah baru ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu, kebutuhan akan sistem penanggalan muncul karena surat-surat dan dokumen pemerintahan belum memiliki penanda waktu yang jelas, sehingga menyulitkan proses administrasi dan pencatatan.
"Di masa Khalifah Umar bin Khattab, banyak surat ditulis tanpa tanggal sehingga menimbulkan kesulitan dalam administrasi. Dari situlah kemudian lahir keperluan akan satu sistem penanggalan yang baku," katanya kepada RRI Pro4 Samarinda.
| Baca juga: Menelusuri Sejarah Lahirnya Kalender Hijriah |
Sebelum kalender Hijriah ditetapkan, para sahabat bermusyawarah menentukan peristiwa apa yang layak dijadikan titik awal penanggalan Islam. Sejumlah usulan sempat muncul, mulai dari kelahiran Nabi Muhammad Saw, peristiwa Isra Mikraj, hingga turunnya Al-Qur'an.
Pada akhirnya momentum hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah dipilih sebagai awal kalender Islam. Keputusan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam, karena menonjolkan nilai perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad Saw.
"Hijrah Nabi adalah simbol transformasi dari masyarakat jahiliah menuju masyarakat madani. Islam mengajarkan agar kita meneladani perjuangannya," ujar Ustaz Rahmatullah, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.
Kalender Hijriah tidak hanya digunakan untuk menentukan waktu ibadah seperti puasa, haji dan hari-hari besar Islam. Dalam Al-Qur'an, peredaran bulan juga disebut sebagai penanda waktu bagi kehidupan manusia secara umum, termasuk dalam aktivitas sosial, ekonomi dan administrasi.
Ustaz Rahmatullah mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan membiasakan diri menggunakan kalender Hijriah dalam kehidupan sehari-hari. Jika semakin akrab dengan kalender tersebut, semakin kuat pula kesadaran terhadap sejarah dan nilai-nilai peradaban Islam yang diwariskan para pendahulu.
Melalui pemahaman tersebut, diharapkan masyarakat mengingat pentingnya perubahan dan semangat membangun peradaban yang lebih baik, sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw dan para sahabatnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....