Kisah Abu Qatadah, Sahabat Pemberani yang Dijaga Doa Rasulullah

  • 02 Sep 2026 09:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Probolinggo - Kesetiaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya ditunjukkan melalui kata-kata, tetapi juga pengorbanan dan keberanian. Salah satu sahabat yang dikenal karena keberanian dan kesetiaannya adalah Abu Qatadah Al-Anshari. Kepiawaiannya berkuda serta pengabdiannya dalam menjaga keselamatan Rasulullah SAW membuat namanya mendapat tempat istimewa dalam sejarah Islam.

Rasulullah SAW bahkan memberikan pujian langsung kepada Abu Qatadah. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sebaik-baik penunggang kuda pada hari ini adalah Abu Qatadah.” Pujian tersebut menunjukkan keunggulan Abu Qatadah dalam berkuda, keterampilan yang memiliki peran penting dalam peperangan pada masa Rasulullah SAW.

Dikutip dari kanal YouTube Alwafa Tarim, Selasa 1 September 2026, Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai keikutsertaan Abu Qatadah dalam Perang Badar. Namun, para ulama sepakat bahwa ia turut hadir dalam Perang Uhud dan sejumlah peperangan besar setelahnya.

Salah satu kisah yang menggambarkan kesetiaan Abu Qatadah terjadi ketika ia mendapat tugas menjaga Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan malam. Saat itu, Rasulullah SAW dalam kondisi lelah dan mengantuk. Abu Qatadah tetap berjaga untuk memastikan keselamatan Rasulullah SAW dan kendaraannya.

“Setiap kali Nabi hampir terjatuh karena kantuk, Abu Qatadah sigap menjaga dan menuntun kendaraan beliau,” ujar Al Habib Hasan.

Penjagaan tersebut dilakukan Abu Qatadah sejak malam hingga menjelang fajar. Ia tidak membiarkan rasa lelah mengalahkan tanggung jawabnya. Ketika Rasulullah SAW mengetahui kesungguhan sahabatnya itu, beliau kemudian memberikan perhatian dan doa khusus kepadanya.

“Ya Allah, jagalah Abu Qatadah sebagaimana ia telah menjaga Nabi-Mu pada malam ini,” ujar Al Habib Hasan, mengutip doa Rasulullah SAW.

Doa Rasulullah SAW tersebut menjadi penghormatan yang sangat berarti bagi Abu Qatadah. Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan bahwa Nabi SAW mendoakan keberkahan bagi Abu Qatadah, termasuk pada rambut, kulit, dan kehidupannya.

Selain dikenal sebagai sosok pemberani, Abu Qatadah juga memiliki peran penting dalam menjaga warisan ilmu Rasulullah SAW. Ia dikenal sebagai salah satu perawi hadis. Sejumlah riwayat menyebutkan sekitar 170 hadis diriwayatkan melalui Abu Qatadah.

Dari jumlah tersebut, 11 hadis diriwayatkan secara bersama oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dua hadis diriwayatkan secara khusus oleh Imam Bukhari, sedangkan delapan hadis diriwayatkan secara khusus oleh Imam Muslim. Hadis lainnya diriwayatkan melalui sejumlah ahli hadis.

Riwayat mengenai usia dan tempat wafat Abu Qatadah memiliki beberapa versi. Sejumlah sumber menyebutkan ia wafat pada usia sekitar 70 tahun dan dimakamkan di Kufah. Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa salat jenazahnya diimami oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA.

Kisah Abu Qatadah memberikan teladan tentang arti kesetiaan yang diwujudkan melalui tindakan. Ia tidak hanya dikenal karena keberaniannya di medan perjuangan, tetapi juga karena kesungguhannya menjaga Rasulullah SAW dalam kondisi yang membutuhkan pengorbanan.

Kesetiaan tersebut kemudian mendapat balasan berupa doa dari manusia paling mulia, Rasulullah SAW. Sementara melalui hadis-hadis yang diriwayatkannya, Abu Qatadah turut mengambil bagian dalam menjaga dan menyampaikan warisan ilmu Nabi Muhammad SAW kepada generasi umat Islam setelahnya.

Kisah itu mengajarkan bahwa pengabdian yang dilakukan dengan tulus mungkin tidak selalu mendapatkan penghargaan duniawi. Namun, ketulusan, keberanian, dan kesetiaan dapat meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang melalui doa, keteladanan, dan ilmu yang terus diwariskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....