Sejarah Kalender Hijriah, Buya Yahya Ungkap Peran Umar bin Khattab
- 17 Jun 2026 17:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bogor – Kalender Hijriah yang digunakan umat Islam saat ini memiliki sejarah panjang dan sarat makna. Penetapan sistem penanggalan tersebut bermula pada masa kepemimpinan Sayyidina Umar bin Khattab, ketika para sahabat Rasulullah SAW bermusyawarah untuk menetapkan kalender resmi yang menjadi identitas umat Islam.
Dikutip dari kajian Buya Yahya yang disiarkan melalui kanal YouTube, Rabu 17 Juni 2026, pada masa itu umat Islam belum memiliki sistem penanggalan yang baku. Berbagai surat dan dokumen penting sering kali tidak mencantumkan tahun secara jelas sehingga diperlukan sebuah kalender yang dapat menjadi acuan bersama.
Dalam musyawarah tersebut, para sahabat membahas peristiwa besar apa yang layak dijadikan titik awal kalender Islam. Muncul sejumlah usulan, di antaranya menjadikan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau masa diangkatnya beliau menjadi rasul sebagai awal penanggalan. Namun akhirnya, para sahabat sepakat bahwa peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan momen paling monumental dalam sejarah Islam.
"Peristiwa hijrah menjadi titik balik perjuangan umat Islam dan menjadi awal kebangkitan peradaban Islam," ujar Buya Yahya.
Atas dasar itulah, Sayyidina Umar bin Khattab menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari pertama dalam kalender Hijriah atau 1 Muharram Tahun 1 Hijriah. Penetapan tersebut juga dinilai strategis karena bertepatan dengan momentum berkumpulnya umat Islam pada musim haji, sehingga informasi mengenai kalender baru dapat dengan cepat tersebar ke berbagai wilayah.
Menurut Buya Yahya, penetapan kalender Hijriah bukan hanya berkaitan dengan administrasi waktu, tetapi juga memiliki nilai keimanan dan sejarah yang sangat mendalam. Kalender ini menjadi pengingat akan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menegakkan agama Islam, sekaligus menjadi dasar pelaksanaan berbagai ibadah penting seperti puasa Ramadan, Idulfitri, Iduladha, hingga ibadah haji.
"Meskipun kalender Masehi lebih dikenal dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam tetap perlu mengenal dan memahami kalender Hijriah karena di dalamnya terdapat sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang sangat besar," kata Buya Yahya.
Ia berharap generasi muda tidak hanya mengetahui pergantian Tahun Baru Islam sebagai sebuah perayaan, tetapi juga memahami makna hijrah sebagai semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Dengan memahami sejarah Kalender Hijriah, umat Islam diharapkan semakin mencintai warisan peradaban Islam dan terus menanamkan nilai-nilai hijrah dalam kehidupan sehari-hari. Kisah penetapan kalender oleh Sayyidina Umar bin Khattab pun menjadi inspirasi bahwa sebuah peradaban besar lahir dari semangat persatuan, musyawarah, dan visi yang jauh ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....