Hari Kemanusiaan Manusia 2026, Hari bagi Pejuang Kemanusiaan
- 19 Agt 2026 06:42 WIB
- Samarinda
RRI. CO.ID, Samarinda - Tahukah Anda, jutaan orang tidur dalam keadaan lapar setiap malam. Data Indeks Kelaparan Global 2018, kira-kira satu dari sembilan orang kelaparan setiap malam.
Data lain menunjukkan 65,6 juta orang mengungsi. Lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses air bersih di rumah. Di negara-negara Dunia Ketiga, anak perempuan tidak dianjurkan untuk bersekolah, dengan Bank Dunia memperkirakan ada 130 juta anak perempuan berusia antara 6-17 tahun yang tidak terdaftar di sekolah.
| Baca juga: Pentingnya Menjaga Keislaman di Era Digital |
Untuk itulah PBB menetapkan Hari Kemanusiaan Sedunia pada 19 Agustus. Seperti dilansir National Today, hari untuk menghormati individu-individu pemberani yang memberikan bantuan penyelamatan jiwa kepada orang-orang yang terkena dampak krisis di seluruh dunia. Hari ini ditetapkan PBB untuk memperingati pemboman markas besar PBB di Irak pada tahun 2003.
Sergio Vieira de Mello adalah seorang diplomat Perserikatan Bangsa-Bangsa asal Brasil yang mendedikasikan hidupnya untuk pekerjaan kemanusiaan. Ia menjabat dalam berbagai peran penting di PBB, termasuk Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia dan Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak.
Vieira de Mello tewas secara tragis dalam pemboman Hotel Canal di Baghdad pada tahun 2003, yang mendorong Majelis Umum PBB untuk menetapkan Hari Kemanusiaan Sedunia untuk menghormatinya dan mengenang semua.
Hari Kemanusiaan Sedunia lebih dari sekadar hari untuk menghargai para pekerja kemanusiaan yang mendedikasikan hidup mereka untuk tujuan kemanusiaan. Ini adalah hari untuk mengingatkan kita bahwa merekalah yang membuat hidup kita jauh lebih mudah dan aman, serta menghargai upaya para pekerja bantuan yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk membantu orang-orang yang terkena dampak selama masa krisis global.
Kampanye global Hari Kemanusiaan Sedunia 2026 yang digagas oleh OCHA (Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan) mengangkat tema "Families of Fallen Humanitarians". Fokus Kampanye 2026, menyoroti kisah dan pengalaman pribadi dari keluarga serta komunitas yang ditinggalkan oleh para pekerja bantuan. Menghormati pengorbanan nyawa petugas kemanusiaan di daerah konflik dan krisis. Menuntut perlindungan hukum, keselamatan, serta keamanan bagi seluruh pekerja bantuan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....