Muhasabah Diri sebelum Musibah Menghampiri
- 02 Sep 2026 06:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Umat Islam diajak untuk senantiasa menghadirkan amal saleh dalam kehidupan serta menjadikan setiap pengalaman, termasuk musibah, sebagai momentum untuk memperbaiki diri.
Melansir kanal YouTube Adi Hidayat Official, dalam salah satu kajiannya disampaikan pentingnya melakukan evaluasi terhadap kesalahan masa lalu dan memperbaiki perilaku selama masih diberikan kesempatan untuk hidup.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Selama bukan nabi dan rasul, setiap orang memiliki kemungkinan melakukan kesalahan. Karena itu, seseorang tidak sepatutnya merasa dirinya paling sempurna ataupun mudah menghakimi kesalahan orang lain.
"Sebaliknya, orang yang baik adalah mereka yang mampu belajar dari kesalahan, kemudian menjadikannya sebagai dorongan untuk meningkatkan kesalehan dalam kehidupan," ujar Ustaz Adi Hidayat, dikutip Selasa 1 September 2026.
Kajian tersebut juga mengingatkan agar seseorang mengambil nilai kebaikan dari siapa pun yang menjadi sumber pembelajaran. Jika terdapat hal yang tidak disepakati, seseorang dapat meninggalkannya tanpa harus menghakimi pribadi yang menyampaikannya.
Tobat Membuka Kesempatan untuk Memperbaiki Diri
Salah satu pesan utama dalam kajian tersebut adalah pentingnya bertobat. Allah SWT mencintai hamba yang menyadari kesalahannya, bersungguh-sungguh bertobat, dan berusaha memperbaiki diri.
Musibah juga dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk menyadari kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Ketika sebuah musibah mendorong seseorang untuk berubah menjadi lebih baik, perubahan tersebut perlu dipertahankan melalui amal saleh dan perbaikan perilaku.
Umat Islam juga diingatkan agar tidak menyimpulkan bahwa dirinya telah kehilangan kasih sayang Allah SWT, betapapun besar dosa yang pernah dilakukan.
Pesan tersebut dikaitkan dengan Surah Az-Zumar ayat 53 yang mengingatkan manusia agar tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Allah mengampuni dosa bagi hamba yang kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.
Karena itu, kesalahan masa lalu seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Selama masih hidup, manusia masih memiliki kesempatan untuk bertobat dan mengubah perilakunya menjadi lebih baik.
Orang Tua Perlu Melakukan Evaluasi dalam Mendidik Anak
Kajian tersebut juga menekankan pentingnya tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua dianjurkan untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap pola pengasuhan dan pendidikan yang telah diberikan.
Guru memiliki peran penting dalam mendidik anak ketika orang tua menyerahkan sebagian proses pendidikan kepada sekolah. "Namun, tanggung jawab utama dalam mendidik dan membentuk karakter anak tetap berada pada orang tua," katanya.
Dalam konteks tersebut, evaluasi diri menjadi penting agar setiap kesalahan tidak selalu diarahkan kepada pihak lain. Orang tua perlu melihat kembali peran dan tanggung jawabnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Jangan Terjebak dalam Kesalahan Masa Lalu
Manusia juga perlu melakukan introspeksi sebelum datangnya musibah yang lebih besar. Selama masih hidup, seseorang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan melalui tobat dan perubahan perilaku.
Kematian menjadi batas kesempatan manusia untuk melakukan perbaikan, sedangkan kehidupan memberikan ruang untuk mengubah ucapan dan perbuatan menjadi lebih baik.
Setelah bertobat, seseorang juga dianjurkan untuk tidak terus-menerus terjebak dalam bayang-bayang dosa masa lalu. Kesalahan yang telah ditinggalkan hendaknya menjadi pelajaran, bukan alasan untuk kembali merasa tidak layak mendapatkan ampunan Allah SWT.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kehilangan harapan dan berhenti berusaha menjadi lebih baik. Karena itu, setelah bertobat, seseorang perlu melanjutkan kehidupan dengan memperbanyak amal saleh serta mempertahankan perubahan positif.
Perubahan perilaku menjadi salah satu tanda penting dari upaya pertobatan. Seseorang yang sebelumnya melakukan perbuatan buruk, kemudian menyadari kesalahannya, bertobat, dan berubah menjadi lebih baik menunjukkan adanya upaya nyata untuk memperbaiki diri.
Pada akhirnya, umat Islam diajak untuk senantiasa mensyukuri nikmat kehidupan dan menjadikan perjalanan hidup sebagai kesempatan memperbanyak amal saleh. Setiap hari dapat menjadi momentum untuk mengingat Allah SWT, memohon ampun atas kesalahan, dan memperbaiki diri.
Selama kehidupan masih diberikan, manusia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki perkataan, perbuatan, dan amalnya.
Dengan demikian, bekal terbaik yang dipersiapkan selama hidup bukan hanya keberhasilan duniawi, tetapi juga amal saleh dan perubahan diri menuju kebaikan sebagai bekal ketika kehidupan berakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....