Tiga Langkah agar Tetap Optimis di Pergantian Zaman
- 13 Jul 2026 12:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perubahan zaman merupakan keniscayaan yang akan selalu dihadapi manusia. Di tengah berbagai perubahan, fitnah, dan ujian, seorang muslim dituntut untuk tetap memelihara optimisme dengan berlandaskan keimanan kepada Allah Swt.
Ustaz Rahmad mengingatkan bahwa perubahan zaman tidak boleh membuat seorang mukmin bersikap pesimis. "Kita harus yakin bahwa Allah senantiasa bersama hamba-Nya yang beriman dan bersabar, sehingga apa pun yang terjadi hendaknya dihadapi dengan penuh optimisme dan husnuzan kepada Allah," ujarnya kepada RRI pada Senin 13 Juli 2026.
Langkah pertama untuk tetap optimis adalah tidak mencela zaman. Menurut Ustaz Rahmad, mencela zaman hanya akan membuat seseorang lalai melihat hikmah di balik setiap perubahan, padahal semua yang terjadi merupakan ketetapan Allah Swt.
Firman Allah dalam Surah Asy-Syura ayat 30 menyebutkan, "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu." Ayat ini mengajarkan pentingnya introspeksi diri daripada menyalahkan keadaan.
Langkah kedua adalah mencari inspirasi kebaikan dalam setiap perubahan zaman. Kemajuan teknologi, perubahan pola hidup, maupun perkembangan sosial hendaknya dipandang sebagai peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
“ Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri sehingga manusia perlu mengambil hikmah dan beradaptasi dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, “kata Ustaz Rahmad.
Langkah ketiga adalah mengisi waktu dengan berbagai amal saleh. Optimisme tidak cukup diwujudkan melalui sikap positif, tetapi juga dibuktikan dengan memperbanyak ibadah, doa, sedekah, serta amal kebajikan lainnya. Dengan demikian, setiap perubahan zaman menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Ustaz Rahmad juga mengingatkan bahwa ujian bukan selalu menjadi tanda kemurkaan Allah. "Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Melalui ujian itu, Allah menghapus dosa, mengangkat derajat, dan menguatkan keimanan seorang hamba,“ ucapnya. Karena itu, setiap cobaan hendaknya dihadapi dengan sabar, syukur, dan keyakinan bahwa Allah telah menyiapkan hikmah di baliknya.
Rasulullah saw. juga mengajarkan bahwa seluruh urusan seorang mukmin mengandung kebaikan. Ketika memperoleh nikmat, ia bersyukur sehingga nikmat itu menjadi kebaikan baginya, sedangkan ketika tertimpa musibah, ia bersabar sehingga musibah tersebut juga menjadi kebaikan baginya. Sikap inilah yang menjadi bekal menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan harapan.
Menghadapi pergantian zaman memerlukan keimanan yang kokoh, ilmu yang benar, serta akhlak yang mulia. Dengan tidak mencela zaman, senantiasa mencari inspirasi kebaikan, dan memperbanyak amal saleh, umat Islam diharapkan tetap optimis menghadapi berbagai tantangan serta meyakini bahwa setiap perubahan dan ujian merupakan bagian dari kasih sayang Allah Swt. yang mengantarkan hamba-Nya menuju kebaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....