Hutan Terbakar, Orangutan Kehilangan Rumah dan Sumber Makanan

  • 20 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Orangutan dikenal sebagai satwa yang adaptif dan mampu bertahan di habitat yang mengalami kerusakan. Namun, kebakaran hutan dapat memaksa orangutan keluar karena sumber makanan semakin terbatas.

Manajer Regional Kaltim Yayasan BOS, Dr. Aldrianto Pria Priajati, mengatakan kemampuan beradaptasi membuat orangutan tetap berupaya bertahan di habitatnya. Satwa tersebut akan mencari sumber makanan yang masih tersedia setelah kebakaran.

“Kalau yang ada itu sangat minim, ya dia harus keluar. Dia akan pindah atau mencari sumber makan, terutama makanannya,” kata Aldrianto. Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, orangutan tidak serta-merta meninggalkan habitat yang rusak akibat kebakaran. Satwa ini masih akan mencoba bertahan selama kondisi lingkungan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Namun, kondisi yang semakin parah dapat membuat orangutan berpindah ke kawasan lain. Situasi tersebut menjadi alasan penting untuk segera memulihkan habitat yang terdampak kebakaran.

“Kalau sesuatu hal yang luar biasa terjadi, dia akan pindah atau mencari sumber makan. Oleh karena itu, kita harus melakukan rehabilitasi lahan tersebut,” ujarnya.

Aldrianto menjelaskan rehabilitasi habitat harus menggunakan tanaman lokal yang sesuai dengan ekosistem Kalimantan Timur. Penggunaan tanaman asli dinilai lebih mampu mendukung kebutuhan satwa dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Yayasan BOS, lanjutnya, telah melakukan rehabilitasi sekitar 1.800 hektare lahan di Samboja Lestari. Kawasan tersebut dipulihkan dengan menanam berbagai jenis tanaman lokal.

“Kita sudah merehabilitasi sekitar 1.800 hektare di Samboja Lestari dengan tanaman lokal. Jangan menggunakan tanaman eksotis dari luar pulau atau bahkan luar negara,” ucapnya.

Ia menyebut Kalimantan Timur memiliki banyak jenis tanaman lokal yang dapat mendukung kehidupan satwa. Tantangannya adalah menggali dan mengenali kembali fungsi berbagai tanaman tersebut bagi ekosistem.

Orangutan juga disebut sebagai umbrella species atau spesies payung. Keberadaannya menjadi representasi bahwa ekosistem di sekitarnya masih mendukung berbagai jenis keanekaragaman hayati.

“Kalau ada orangutan, berarti biodiversitasnya perlu dilindungi dan banyak hal yang ada dipayungi oleh keberadaan orangutan ini,” ujar Aldrianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....