Hutan Terbakar, Ruang Hidup Orangutan Kaltim Terancam
- 20 Agt 2026 10:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran dan kerusakan hutan di Kalimantan Timur semakin mengancam habitat orangutan, kondisi ini berpotensi memicu konflik antara satwa dan manusia.
Manajer Regional Kaltim Yayasan BOS, Dr. Aldrianto Pria Priajati mengatakan, habitat orangutan tidak hanya berada di kawasan hutan yang dikelola Kementerian Kehutanan.
Menurutnya, hutan masyarakat seperti hutan desa juga menjadi bagian dari habitat yang penting bagi keberlangsungan hidup orangutan.
“Orangutan tidak mengenal batas provinsi atau batas wilayah administrasi, di mana hutan dianggap bagus untuk hidup dia akan tinggal di situ,” kata Aldrianto kepada RRI. Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan dan perubahan fungsi kawasan hutan membuat habitat orangutan semakin terfragmentasi atau terpecah dalam wilayah yang lebih kecil.
Kondisi tersebut semakin berisiko ketika kebakaran hutan terjadi, karena orangutan kehilangan ruang untuk mencari makan dan berlindung.
Fragmentasi habitat juga mendorong orangutan bergerak ke kawasan yang berdekatan dengan aktivitas manusia, sehingga interaksi dan potensi konflik semakin besar.
Aldrianto mengatakan, dalam konflik tersebut orangutan sering dianggap sebagai pihak yang mengganggu karena memasuki kawasan manusia.
| Baca juga: Hari Hutan Hujan Sedunia, Momentum Jaga Bumi |
“Kadang-kadang yang dipersalahkan kebanyakan satwanya, orangutan dianggap mengganggu manusia padahal orangutannya sudah ada terlebih dahulu,” ujarnya.
Karena itu ia mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dari sisi keberlangsungan ekosistem bukan semata-mata sebagai gangguan satwa.
Aldrianto menegaskan, pembangunan tetap dapat berjalan dengan memperhatikan keberadaan habitat dan ruang hidup satwa liar.
Menurutnya, menjaga hutan dari kebakaran dan kerusakan menjadi bagian penting untuk mencegah konflik manusia dengan orangutan.
“Kita selayaknya bisa hidup berdampingan dengan satwa untuk bisa harmonisasi di dalam alam ini,” katanya.
Ia berharap pengelolaan hutan dilakukan secara berkelanjutan sehingga habitat orangutan tetap tersedia dan konflik dengan manusia dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....