Karhutla Samarinda Capai 225 Kasus, Palaran Terbanyak Terdampak

  • 29 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, hingga 28 September tercatat mencapai 225 kejadian, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 503,25 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso pada RRI mengatakan, jumlah kejadian karhutla mulai menurun setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah. Namun, kebakaran masih ditemukan di beberapa kawasan, terutama Palaran dan Makroman.

Palaran menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak. Kondisi medan dan akses menuju titik api yang sulit membuat tim gabungan membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan penanganan.

"Untuk kejadian karhutla yang paling banyak berada di daerah Palaran, karena setiap kejadian kebakaran memang aksesnya agak susah. Sehingga tim darat, tim gabungan darat sulit menjangkau titik api, sehingga perlu waktu untuk penanganan,” katanya. Selasa 29 September 2026

Selain Palaran, karhutla juga terjadi di wilayah Kecamatan Sambutan, seperti Makroman, Pelita Delapan, dan Pulau Atas.

Sementara itu, di Kecamatan Samarinda Utara, kebakaran terakhir terjadi di wilayah Pampang. Sebagian kawasan tersebut merupakan lahan gambut. Jarak titik api yang cukup jauh, medan yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat, serta keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.

BPBD Samarinda bersama tim gabungan terus melakukan penanganan terhadap titik api di sejumlah wilayah, dengan memprioritaskan lokasi yang sulit dijangkau dan berpotensi meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....