Jartatel Resmi Dideklarasikan, Dorong Kolaborasi dan Efisiensi Industri Telekom

  • 12 Jul 2026 14:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pelaku industri jaringan tetap telekomunikasi resmi mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) di Jakarta, Jumat 10 Juli 2026. Asosiasi baru ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi perusahaan penyelenggara jaringan tetap untuk menghadapi tantangan industri, memperkuat komunikasi antaranggota, serta mendorong efisiensi pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Deklarasi dihadiri para pengusaha, penyelenggara jaringan, penyedia jasa telekomunikasi, serta sejumlah media nasional dan daerah. Ketua Umum sementara Jartatel, Remond, menegaskan asosiasi ini hadir bukan sekadar menambah daftar organisasi di sektor telekomunikasi, melainkan menjadi “rumah bersama” bagi perusahaan yang memiliki izin penyelenggaraan jaringan tetap.

“Kekuatan utama kita bukan terletak pada sebesar apa infrastruktur yang dimiliki secara individu, tetapi pada kekompakan sebagai satu kesatuan,” ujar Remond saat membacakan deklarasi.

Menurut Remond, industri infrastruktur jaringan tetap merupakan tulang punggung transformasi digital Indonesia. Namun, pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan regulasi, persaingan bisnis, hingga tingginya biaya relokasi jaringan.

Jartatel menetapkan empat pilar utama organisasi, yaitu independence (kemandirian), professional (profesionalisme), sovereign (kedaulatan industri), dan accountable (akuntabilitas).

“Kami ingin menjaga, melindungi, dan mendukung penuh kepentingan seluruh anggota agar usaha mereka dapat tumbuh dengan sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Sekretaris Jenderal sementara Jartatel, Soni, menjelaskan salah satu program utama asosiasi adalah membangun infrastruktur bersama di berbagai provinsi.

“Dengan infrastruktur bersama, biaya pembangunan dan operasional telekomunikasi dapat ditekan sehingga perusahaan anggota bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Jartatel juga akan mendorong penggunaan tiang bersama sebagai solusi penataan kabel dan pengurangan biaya relokasi jaringan yang selama ini menjadi keluhan banyak operator.

Dalam sesi tanya jawab dengan media, pengurus menyampaikan bahwa jumlah anggota yang telah terdaftar mencapai lebih dari 100 perusahaan dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Sulawesi.

Asosiasi ini juga menegaskan bahwa keanggotaan hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang memiliki izin penyelenggaraan jaringan tetap, seperti Jartaplok atau JTUB, guna memastikan fokus organisasi tetap pada kepentingan industri jaringan tetap.

Untuk mendukung operasional organisasi, Jartatel akan membuka sekretariat di Gedung Cyber 1 Lantai 5, Jakarta. Lokasi tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi, diskusi, dan pengembangan program asosiasi.

Pengurus menargetkan pembentukan kepengurusan wilayah di berbagai daerah setelah pemetaan anggota selesai dilakukan.

Menjawab pertanyaan mengenai alasan pembentukan asosiasi baru, pengurus menyebut Jartatel lahir dari kesamaan persoalan yang dihadapi para pelaku usaha jaringan tetap.

“Kami menghadapi masalah yang sama dan membutuhkan wadah baru yang benar-benar dapat menampung aspirasi serta memperjuangkan kepentingan bersama,” kata Soni.

Dengan deklarasi tersebut, Jartatel menargetkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi serta mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih harmonis dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....