80 Tukik Penyu Lekang Dilepasliarkan di Pantai Damba Enggang Balikpapan

  • 10 Jun 2026 07:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Sebanyak 80 ekor tukik Penyu Lekang atau Penyu Abu-abu (Lepidochelys olivacea) dilepasliarkan di Pantai Damba Enggang, kawasan Damai, Balikpapan Kota, Senin 8 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian satwa laut yang dilindungi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Pelepasliaran tukik tersebut melibatkan berbagai unsur, yaitu Wali Kota Balikpapan, Wakapolres Balikpapan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Damba Enggang, serta mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba).

Rangkaian kegiatan berlangsung di kawasan pesisir Pantai Damba Enggang yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang mendukung kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan di Kota Balikpapan. Tukik-tukik yang dilepas diharapkan dapat kembali ke habitat alaminya dan tumbuh hingga dewasa di perairan Indonesia.

Pengawas Perikanan DKP3 Kota Balikpapan, Hery Seputro, mengatakan pelepasliaran tukik merupakan langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan populasi penyu yang saat ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kerusakan habitat hingga aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.

“Pelepasliaran 80 ekor tukik Penyu Lekang ini merupakan bagian dari upaya konservasi yang terus kami dorong bersama berbagai pihak. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga habitat penyu dan ekosistem pesisir,” ujar Hery Seputro.

Menurutnya, keberhasilan program konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan komunitas, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta dunia usaha untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi satwa laut yang dilindungi tersebut.

Keterlibatan mahasiswa dan kelompok sadar wisata dalam kegiatan ini dinilai penting sebagai sarana edukasi sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan. Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan program konservasi di wilayah pesisir Balikpapan.

Hery menambahkan, penyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Oleh karena itu, upaya perlindungan terhadap penyu dan habitatnya harus dilakukan secara berkelanjutan agar populasi satwa tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut dan pesisir. Konservasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama demi keberlangsungan sumber daya alam yang kita miliki,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....