PPBK Kaltim Perkuat Persaudaraan Warga Blitar di Tanah Rantau
- 11 Mei 2026 23:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Persaudaraan Paguyuban Blitar Kaltim (PPBK) merupakan wadah silaturahmi masyarakat asal Blitar di Kalimantan Timur yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat perantauan. Komunitas yang resmi dideklarasikan pada 2025 ini terus memperkuat semangat persaudaraan dan gotong royong di tengah kehidupan masyarakat rantau.
Semangat tersebut disampaikan dalam program “Obrolan Komunitas” Pro 1 RRI Samarinda, Minggu 10 Mei 2026, yang menghadirkan Ketua PPBK Giman Santoso, Sekretaris Budi Setiawan, dan Bendahara Irwan Susanto untuk memaparkan perjalanan organisasi, visi sosial, serta program pemberdayaan komunitas di Kalimantan Timur.
Giman Santoso menjelaskan, paguyuban tersebut lahir dari kepedulian terhadap sesama warga Blitar yang merantau di Kalimantan Timur. Awalnya, ia membentuk kelompok kecil antarwarga asal Blitar di tingkat lingkungan pada 2023, setelah melihat adanya warga yang sakit dan membutuhkan bantuan. Dari pengalaman itu, terbentuk jaringan komunikasi yang berkembang dari tingkat RT, Kota Samarinda, hingga akhirnya menjadi organisasi tingkat provinsi.
“Awalnya kami membentuk grup kecil antarwarga Blitar karena ada saudara perantauan yang sakit dan membutuhkan bantuan. Dari situ terasa sekali manfaat silaturahmi dan gotong royong, hingga akhirnya berkembang menjadi paguyuban tingkat Kalimantan Timur,” ujar Giman Santoso.
PPBK kemudian resmi dideklarasikan pada 2025 sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan penguatan solidaritas warga Blitar di Kalimantan Timur. Menurut Giman, keberadaan paguyuban bukan hanya untuk menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga menjadi sarana menjaga budaya, memperkuat gotong royong, dan membangun kepedulian sosial di tengah kehidupan perantauan.
Hal senada juga disampaikan Budi Setiawan. Menurutnya, organisasi tersebut dibangun dengan tiga fokus utama, yakni sosial, ekonomi, dan budaya. Ia menegaskan, aspek sosial menjadi prioritas utama karena komunitas ingin hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang status keanggotaan. Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan ialah membantu warga Blitar yang sakit hingga proses pemakaman, serta membantu korban kebakaran di Bontang.
“PPBK ini berdiri dari semangat sosial. Kami ingin menjadi wadah yang benar-benar hadir membantu warga, terutama saat ada musibah. Bahkan warga Blitar yang belum menjadi anggota pun tetap kami bantu,” kata Budi Setiawan.
Selain bergerak di bidang sosial, PPBK juga membuka diri bagi seluruh masyarakat Jawa di Kalimantan Timur. Organisasi tersebut ingin menjadi ruang persaudaraan yang inklusif dan mampu mempererat hubungan antarperantau dari berbagai daerah. Menurut Budi, semangat “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi prinsip yang terus dijaga oleh seluruh pengurus.
Sementara itu, Irwan Susanto menyampaikan hingga saat ini jumlah anggota aktif telah mencapai lebih dari 200 orang yang tersebar di enam kabupaten dan kota, seperti Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Bontang, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur. Dalam beberapa bulan terakhir, pengurus juga melakukan konsolidasi dan kunjungan langsung ke daerah-daerah tersebut untuk memperkuat jaringan komunitas.
“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat besar. Setiap pertemuan rutin jumlah anggota terus bertambah. Kami ingin paguyuban ini menjadi tempat silaturahmi sekaligus penguatan ekonomi, sosial, dan budaya,” ucap Irwan Susanto.
Untuk mendukung kegiatan organisasi, PPBK menerapkan sistem gotong royong melalui iuran sukarela atau “jimpitan” yang dikumpulkan saat pertemuan rutin bulanan. Dana tersebut kemudian digunakan membantu anggota yang mengalami kesulitan, termasuk bantuan sosial dan kebutuhan sembako. Menurut Irwan, konsep tersebut membangun rasa memiliki dan kebersamaan di antara anggota.
Dalam obrolan itu, pendengar juga menanyakan ciri khas budaya dan kuliner Blitar yang dibawa ke Kalimantan Timur. Menanggapi hal tersebut, pengurus PPBK menyebut kesenian kuda lumping serta kuliner pecel punten sebagai salah satu identitas khas Blitar yang masih dilestarikan di tanah rantau. PPBK bahkan berencana menghadirkan kegiatan rutin budaya dan kuliner untuk mempererat kebersamaan masyarakat.
Ke depan, PPBK tidak hanya fokus pada kegiatan sosial dan budaya, tetapi juga ingin berkontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Timur melalui pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, hingga dukungan terhadap peningkatan kompetensi masyarakat.
Para pengurus berharap keberadaan PPBK dapat menjadi organisasi yang bermanfaat, memperkuat solidaritas perantau, sekaligus ikut membangun daerah tempat mereka tinggal saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....