Masyarakat Minta Pengawasan Pertamax Diperketat
- 14 Jun 2026 16:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat Kabupaten Kutai Barat. Selain harus menghadapi harga yang lebih tinggi, warga juga mengeluhkan dugaan praktik penjualan BBM oplosan oleh oknum yang dinilai merugikan konsumen.
Sejumlah warga meminta pemerintah dan instansi terkait tidak hanya fokus pada kebijakan harga, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap distribusi dan penjualan BBM di lapangan. Mereka menilai pengawasan yang lemah berpotensi dimanfaatkan oleh oknum untuk menjual BBM yang kualitasnya tidak sesuai standar.
Salah seorang warga Kutai Barat Hanyek mengatakan masyarakat membutuhkan jaminan bahwa BBM yang dibeli benar-benar sesuai spesifikasi dan aman digunakan untuk kendaraan.
“Kami berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung. Jangan hanya harga yang naik, tetapi masih ada oknum yang bermain dengan BBM oplosan. Masyarakat tentu yang dirugikan karena kendaraan bisa rusak dan biaya perawatan menjadi lebih besar,” ujarnya. Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, dugaan peredaran BBM oplosan perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada performa mesin kendaraan masyarakat. Ia juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku apabila ditemukan pelanggaran dalam distribusi maupun penjualan BBM.
Hanyek menambahkan, masyarakat di daerah sering kali tidak memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan BBM berkualitas sehingga pengawasan pemerintah menjadi sangat penting.
“Kalau memang ada pelanggaran, harus ditindak tegas. Kami sebagai konsumen hanya ingin mendapatkan BBM yang sesuai dengan yang kami bayar,” ucapnya.
Warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait dapat melakukan inspeksi dan pengawasan secara berkala guna memastikan kualitas BBM yang beredar di Kutai Barat tetap sesuai standar dan tidak merugikan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....