BNN Kaltim Perkuat Pencegahan Narkoba Berbasis Lingkungan dan Keluarga
- 25 Mei 2026 14:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya bertumpu pada aparat penegak hukum. Masyarakat diminta mengambil peran lebih aktif dengan membangun sistem pencegahan secara mandiri, dimulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat desa.
Penyuluh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur, Ahmat Fadholi, menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam memperkuat ketahanan lingkungan dari ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal itu disampaikannya di Samarinda, Senin 25 Mei 2026.
Menurut Fadholi, langkah preventif harus dibangun dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Orang tua dinilai memiliki peran strategis dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk membatasi jam malam, memantau pergaulan, serta membangun komunikasi yang baik agar potensi penyalahgunaan narkoba bisa dicegah sejak dini.
Ia menekankan, pencegahan tidak boleh menunggu munculnya kasus atau transaksi narkoba baru kemudian dilaporkan. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat justru harus hadir lebih awal sebagai benteng pertama untuk memutus ruang gerak penyalahgunaan zat terlarang tersebut.
Selain keluarga, peran perangkat daerah hingga aparatur desa juga dinilai penting dalam membentuk sistem pengawasan yang lebih kuat. Edukasi berkelanjutan, sosialisasi bahaya narkoba, serta pengawasan di lingkungan masing-masing menjadi langkah nyata untuk membangun kawasan yang lebih aman dan sehat.
Fadholi menambahkan, partisipasi aktif masyarakat akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan. Pencegahan berbasis lingkungan dinilai mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus menekan potensi penyalahgunaan narkoba sejak akar persoalan.
“Kami berharap keterlibatan aktif masyarakat. Tidak hanya melaporkan tindak pidana, tetapi masyarakat sudah secara mandiri membangun sistem di lingkungannya masing-masing. Bahkan dimulai dari keluarga. Orang tua juga harus terlibat, seperti menjaga jam malam anak-anaknya. Ini bagian dari langkah preventif yang harus dilakukan. Jadi jangan menunggu sampai ada transaksi dulu baru melapor ke BNN,” ujar Fadholi.
Melalui kolaborasi keluarga, masyarakat, dan pemerintah, upaya pencegahan narkoba di Kalimantan Timur diharapkan semakin kuat. Kesadaran kolektif menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan terbebas dari ancaman narkotika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....