Kisah Dibalik Syair Burdah oleh Habib Muhammad AlHabsyi

  • 23 Apr 2026 11:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo - Kita sama-sama mengetahui bahwa Salawat Burdah adalah syair-syair yang berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Salawat Burdah ditulis oleh Imam Busiri dan masyhur di seluruh penjuru dunia.

Dilansir dari you tobe Ustaz Muhammad Al Habsy., Kamis 23 April 2026 dalam Tausiyahnya ustaz mengatakan bahwasanya jalan tercepat untuk kita mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah melalui Nabi Muhammad SAW.

Dengan memuji Nabi, kita insya Allah akan menjadi orang yang mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Ketika kita memuji Nabi, beliau senang, dan apa pun yang membuat Nabi senang pasti juga akan membuat Allah Subhanahu wa Ta'ala ikut senang, " ujar Habib Muhammad Al Habsy.

Nabi menghargai setiap orang yang memuji beliau. Bahwasanya Rasulullah SAW senang dan menghargai setiap pujian yang disampaikan kepada beliau.

Di antara pujian yang paling istimewa adalah karya Imam al-Bushiri,

Sebab beliau menulis Burdah ini karena beliau menderita penyakit yang menyebabkan kelumpuhan.

Ketika itu, dokter sudah angkat tangan karena tidak menemukan obatnya.

Akhirnya, beliau membuat syair untuk Rasulullah SAW dengan niat bertawassul kepada Nabi untuk kesembuhannya.

Pada suatu malam, beliau bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, dan Nabi mengusap tubuhnya dengan tangan yang mulia.

Pagi harinya, setelah terbangun dari tidurnya, Imam Busiri sudah sembuh dari penyakitnya.

Lalu, bagaimana Qasidah Burdah ini bisa sampai viral ke mana-mana? ,

Ketika Imam Busiri keluar dari rumahnya, beliau berjumpa dengan seseorang yang sholeh.

Orang tersebut mendatangi beliau dan meminta untuk mendengarkan syair-syair buatan Imam Busiri yang berisi pujian kepada Rasulullah.

Imam Busiri kaget karena beliau tidak pernah bercerita kepada siapapun tentang syair pujian kepada Nabi; yang tahu hanya beliau dan tentunya Nabi Muhammad SAW.

Maka, orang sholeh tersebut menjawab, "Semalam saya bermimpi berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Di situ engkau melantunkan bait-bait syairmu pujian kepada Nabi Muhammad SAW,

Saya menyaksikan Rasulullah saw dalam bergoyang-goyang sebagaimana pohon yang terkena angin.

Kemudian Imam Busiri menyerahkan syair tersebut kepada orang sholeh tersebut.

Orang itu segera menyaksikan dan menyadari bahwa ada rahasia yang istimewa terkandung di dalam bait-bait syair ini.

Singkat cerita, kisah orang sholeh yang bermimpi berjumpa dengan Nabi ini menjadi viral.

Akhirnya seorang wazir, pejabat tinggi pemerintahan pada masa itu yang bernama Syekh Baha uddin, mendengar kabar ini dan penasaran.

Dia bertekad bahwa jika sampai berjumpa dan seseorang membawakan syair ini, ia akan mendengarkannya dalam keadaan berdiri sebagai tanda penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW

Akhirnya, Syekh Baha uddin mengenal Imam Busiri dan sering berulang kali datang ke sana untuk mendengarkan bait-bait pujian kepada Rasulullah SAW.

Bahkan, Syekh Bahauddin menyaksikan keberkahan dari syair ini baik dalam urusan agama maupun duniawi.

Terjadilah suatu peristiwa unik setelah seorang teman Syekh terkena penyakit mata, hampir tidak bisa melihat, dan dokter sudah angkat tangan.

Pada malam harinya, teman tersebut bermimpi didatangi seseorang yang berkata, "Kamu datanglah ke Syekh Bahauddin, kemudian ambil Burdahnya, letakkan di antara kedua matamu, maka kamu akan sembuh.

Syekh Bahauddin menceritakan mimpi tersebut, "Saya tidak punya Burdah, tapi saya punya bait-bait syair pujian kepada Nabi yang ditulis oleh al-Bushiri.

Biasanya kalau sakit saya baca itu dengan niat kesembuhan.

Akhirnya, teman tersebut ingin mencoba dan mendapatkan bait-bait syair itu.

Ketika kertasnya didekatkan di antara kedua matanya, seketika itu juga dia langsung sembuh, dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Qasidah Burdah ini masyhur ke mana-mana dan Qasidah ini mujarab apabila digunakan untuk tawassul terutama dalam urusan kesehatan.

Ada kisah seseorang yang sholeh, anggota keluarganya dirawat di ICU selama berbulan-bulan.

Orang sholeh ini kerap mendatangi keluarga tersebut dan membacakanya Burdah. Akhirnya keluarganya bisa keluar dari rumah sakit dalam keadaan sehat .

Demikianlah rahasia yang terkandung dalam kitab Burdah dan kisah viralnya syair Burdah .

Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Makanya, jangan sibuk memuji siapapun kecuali sibuk memuji Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, " ujar Habib diakhir Tausiyahnya.

Karena beliau SAW yang layak untuk dipuji, dan memuji beliau akan mendatangkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....