Makna Insya Allah dalam Rencana Masa Depan Muslim

  • 18 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo — Umat Islam diingatkan untuk tidak memastikan rencana masa depan tanpa menyertakan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal tersebut disampaikan Habib Ali bin Hasan Alhabsyi dalam kajian yang disiarkan dari Masjid Riyadh Solo, Senin 18 Mei 2026.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa setiap rencana yang akan dilakukan di masa mendatang sebaiknya disertai ucapan “insya Allah”, sebagai bentuk penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.

Mengutip penjelasan Ibnu Katsir, Habib Ali memaparkan sebab turunnya ayat terkait anjuran tersebut. Ia menuturkan, pada masa Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kaum Yahudi dan Nasrani kerap mengajukan pertanyaan untuk menguji kenabian beliau.

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah tentang kisah Ashabul Kahfi. Mereka meminta Rasulullah menjelaskan kisah tersebut sebagai bukti kebenaran risalahnya.

Saat itu, Rasulullah berjanji akan memberikan jawaban keesokan hari. Namun, wahyu yang menjelaskan kisah tersebut tidak langsung turun hingga sekitar 15 hari. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan keraguan di kalangan penanya.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa ketika merencanakan sesuatu, hendaknya kita mengucapkan ‘insya Allah’,” ujar Habib Ali.

Ia menambahkan, manusia diperbolehkan merencanakan berbagai hal dalam hidup. Namun, keberhasilan tetap bergantung pada kehendak Allah.

Menurutnya, ucapan “insya Allah” bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk kesadaran bahwa segala sesuatu terjadi atas izin-Nya.

“Sekecil atau sebesar apa pun rencana kita, semua akan terwujud jika Allah menghendaki,” katanya.

Melalui pemahaman tersebut, umat Islam diharapkan dapat lebih bijak dalam merencanakan masa depan sekaligus memperkuat keimanan dan ketawakkalan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....