Keutamaan berdoa oleh Habib Achmad AlHabsyi

  • 21 Apr 2026 15:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo - Dikisahkan oleh Habib Ahmad dalam tausiyahnya kisah seorang dokter di negara Suriah, tepatnya di Jazirah Arab.

dokter yang sangat ahli di bidang tulang dan saraf bernama dokter Hisyam.

Dilansir dari you tobe lenteraco pada Selasa 21 April 2026. Dokter Hisyam dokter yang sangat istimewa sehingga banyak orang dari berbagai negara datang untuk berobat kepadanya.

Suatu saat, dokter Hisyam menerima undangan seminar ilmu yang ia dalami.

Ia berangkat dengan pesawat terbang, namun dalam perjalanan terjadi gangguan cuaca buruk yang mengharuskan pesawat mendarat di bandara terdekat.

Bandara itu bukan bandara komersil dan hanya memiliki aktivitas terbatas.

Dokter Hisyam pun bertanya kepada petugas bandara tentang kapan pesawat bisa diterbangkan kembali.

Petugas tersebut mengatakan kemungkinan butuh waktu 9 hingga 12 jam karena cuaca masih buruk.

Karena harus menunggu lama, dokter Hisyam memutuskan untuk mencari tempat berteduh. Ia menuju sebuah rumah, mengetuk pintu, dan bertemu dengan seorang nenek tua. Dokter Hisyam bertanya, "Apakah di sini ada telepon? Saya ingin mengabari tempat yang saya tuju karena saya tidak bisa melanjutkan perjalanan sekarang.

Namun nenek itu menjawab, "Saya tidak punya telepon, hanya punya teh dan sedikit makanan. Kalau mau masuk, saya beri teh dan makanan supaya hangat."

Dokter Hisyam akhirnya masuk ke rumah nenek tersebut dan duduk sambil minum teh.

Nenek itu duduk kembali dan mulai berdzikir serta berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Saat malam tiba, tanpa disadari dokter, di sebelah nenek itu ada seorang anak kecil yang terbaring kaku.

Dokter Hisyam bertanya, "Ini anak siapa? Mengapa tidak bergerak?" Nenek menjawab, "Ini cucuku.

Orang tuanya sudah meninggal dunia. Anak yatim piatu ini saya rawat sejak kecil."

Dokter Hisyam merasa iba, lalu bertanya lebih lanjut,

"Apa yang terjadi dengan cucumu?" Nenek menjawab penuh harap, "Dia memiliki kelainan atau penyakit di tulangnya, sehingga tubuhnya sulit bergerak.

Orang-orang di sini berkata tidak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali dokter terkenal bernama Dokter Hisyam di negara lain.

Tapi saya ini orang miskin, tidak mampu pergi ke kota dekat saja apalagi sampai naik pesawat keluar negeri."

Nenek itu melanjutkan walau saya tak punya apa-apa untuk biaya, saya punya Allah. Jika Allah menghendaki, segala sesuatu akan menjadi mungkin.

Karena itu saya terus berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Mendengar cerita nenek itu, tubuh dokter Hisyam gemetar.

Ia tersadar bahwa pesawat yang tiba-tiba harus mendarat darurat dan dirinya terhenti di rumah nenek ini ternyata semua adalah takdir Allah.

Semua kejadian itu rupanya cara Allah mengabulkan doa nenek tua yang tak pernah putus asa memohon pertolongan.

Dokter Hisyam menyadari bahwa terkadang jalan yang kita tempuh untuk mencapai tujuan bukanlah yang kita rencanakan, tapi itulah cara Allah memberikan keberkahan dan jawaban doa.

Nenek tersebut tidak perlu mengumpulkan uang atau pergi jauh-jauh karena Allah menghadirkan dokter ahli itu langsung ke rumahnya.

Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak pernah berputus asa.

Misalnya, bila ingin berangkat haji, jangan selalu terpaku pada masalah biaya.

Mintalah kepada Allah, pemilik langit dan bumi, karena jika Allah sudah menghendaki, rezeki akan datang dari arah yang tak terduga.

Tidak ada yang mustahil jika kita berserah dan terus berdoa dengan penuh keyakinan.

Semoga kisah dokter Hisyam dan nenek tua ini menjadi pengingat bahwa kekuatan doa dan tawakal kepada Allah adalah jalan terbaik dalam menghadapi segala tantangan hidup.

Jangan pernah menyerah, karena pertolongan Allah bisa datang kapan saja, dalam bentuk dan cara yang tidak kita duga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....