Orang Tua di Samarinda Diminta Aktif Awasi Anak Cegah Perilaku Berisiko Remaja

  • 14 Apr 2026 17:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peran keluarga, khususnya orang tua, dinilai menjadi faktor kunci dalam mencegah perilaku berisiko di kalangan remaja, termasuk potensi terpapar penyakit menular seperti HIV/AIDS. Pengawasan terhadap aktivitas anak sehari-hari hingga penggunaan gawai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kontrol diri remaja.

Hal ini disampaikan Tim Pakar Komisi IV DPRD Samarinda, Masdar John, dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS yang digelar Selasa 14 April 2026 di Aula Kecamatan Samarinda Ulu.

Masdar menekankan, keluarga tidak boleh abai terhadap aktivitas anak di luar rumah. Menurutnya, orang tua perlu mengetahui secara jelas keberadaan anak, termasuk lingkungan pergaulan dan aktivitas yang dilakukan.

“Paling tidak mengabsen anggota keluarganya, ke mana ini belum pulang, ke mana perginya. Kalau dia bilang tidur di rumah teman, dipastikan temannya itu di mana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut bukan bentuk pembatasan semata, tetapi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan antara orang tua dan anak. Dengan begitu, potensi anak terjerumus pada pergaulan berisiko dapat diminimalkan sejak dini.

Selain itu, ia juga menyinggung tren peningkatan kasus HIV yang perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, terdapat kelompok perilaku berisiko yang menjadi salah satu penyumbang kasus, sehingga perlu pendekatan edukasi yang tepat dan berkelanjutan.

“Kita lihat peningkatan kasus HIV ini, salah satunya banyak terjadi pada laki-laki suka laki. Nah ini yang perilaku ini yang barangkali perlu dicegah,” katanya.

Masdar menilai, kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pemahaman nilai, identitas diri, serta pendampingan kepada anak sejak dini.

“Kita hidup itu ada ideal diri, peran diri, dan identitas diri, termasuk harga diri. Jadi anak harus paham dirinya, perannya, dan bagaimana dia menempatkan diri,” ucapnya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi, penggunaan gawai juga menjadi perhatian. Akses informasi yang terbuka luas dinilai dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja jika tidak diawasi dengan baik.

Karena itu, orang tua didorong untuk tidak hanya membatasi, tetapi juga mendampingi penggunaan gawai agar anak dapat memilah informasi yang sesuai dengan nilai dan norma.

Melalui penguatan peran keluarga, diharapkan pencegahan perilaku berisiko pada remaja dapat dilakukan secara lebih efektif. Pendekatan ini dinilai melengkapi edukasi yang dilakukan di sekolah maupun masyarakat, sehingga terbentuk sistem perlindungan yang lebih menyeluruh bagi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....