Pentingnya Peran Keluarga dalam Pemulihan Adiksi

  • 07 Apr 2026 07:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pengalaman panjang sebagai konselor adiksi menunjukkan peran keluarga menjadi faktor krusial dalam proses pemulihan klien rehabilitasi narkoba. Hal ini disampaikan Konselor Adiksi Ahli Pertama Bareta Tanah Merah Samarinda, Edy Kurnawan, dalam siaran Pro 1 RRI Samarinda.

Edy yang telah berkecimpung selama kurang lebih 10 tahun menuturkan kecanduan tidak semata-mata dipengaruhi lingkungan pergaulan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi keluarga. “Adiksi ini bukan hanya sekadar pengaruh pergaulan dari luar, keluarga juga punya peran penting,” ujar Edy, dikutip Selasa 7 April 2026.

Ia menekankan pentingnya penerapan konsep cinta tegas dalam keluarga. Menurutnya, sikap yang terlalu memanjakan maupun terlalu keras sama-sama tidak efektif dalam mendukung pemulihan klien.

“Keluarga tidak boleh terlalu memanjakan, tapi juga tidak boleh terlalu kasar. Harus ada aturan di rumah yang membuat perilaku klien menjadi lebih baik,” kata Edy. Ia menambahkan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan menjadi kunci utama.

Dalam praktiknya, komunikasi asertif menjadi pendekatan yang sangat dianjurkan. Dengan komunikasi yang terbuka, klien akan merasa lebih nyaman untuk berbagi cerita, termasuk ketika menghadapi godaan dari lingkungan luar.

Konselor Adiksi Ahli Pertama Bareta Tanah Merah Samarinda, Edy Kurnawan, saat dialog bersama RRI. (Foto: Tangkapan layar youtube RRI Samarinda)

“Kalau komunikasi baik, klien akan cerita ke keluarga saat menghadapi lingkungan yang berisiko,” ucapnya. Ia menilai, keluarga yang menjadi tempat paling nyaman akan memperkuat ketahanan klien dari potensi kambuh.

Edy juga menegaskan, proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada klien, tetapi juga melibatkan keluarga secara aktif. Konseling keluarga menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang kondisi klien.

“Kita bukan hanya menangani klien, keluarga juga perlu diedukasi dan dikonseling,” ujar Edy. Ia menambahkan, pemahaman keluarga akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih suportif.

Dalam pengalamannya, ia menemukan masih ada keluarga yang belum sepenuhnya menerima kondisi anggota keluarganya yang menjalani rehabilitasi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan.

“Masih ada keluarga yang menolak atau belum menerima. Itu perlu kita edukasi lagi,” katanya. Ia menilai, penerimaan keluarga sangat penting karena klien pada akhirnya akan kembali ke lingkungan rumah.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan pendekatan kepada keluarga juga mencakup evaluasi pola asuh dan komunikasi yang selama ini diterapkan. Hal ini bertujuan untuk menemukan akar permasalahan yang mungkin memicu perilaku adiksi.

“Kita sampaikan juga ke keluarga, apakah pola asuh atau komunikasi yang kurang tepat,” ujarnya. Ia menegaska klien bukan semata pihak yang bersalah, melainkan individu yang memerlukan pendampingan.

Dengan sinergi antara konselor dan keluarga, diharapkan proses pemulihan klien dapat berjalan lebih optimal. Dukungan keluarga yang terbuka dan komunikatif menjadi fondasi penting agar klien dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....