GMSS SKM dan Semangat 11 Tahun Menjaga Sungai Karang Mumus
- 29 Sep 2026 09:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) memperingati hari jadinya yang ke-11 dengan menggelar berbagai kegiatan bertema “Bersama Kita Jaga Sungai, Kita Berjaya”, di kawasan Sungai Karang Mumus, Samarinda, Minggu 27 September 2026.
Peringatan Ulang tahun tersebut tidak hanya menjadi momentum perayaan perjalanan GMSS SKM selama 11 tahun, tetapi juga kembali menegaskan komitmen komunitas dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Karang Mumus melalui aksi nyata.
Aktivis lingkungan sekaligus Ketua GMSS SKM, Misman, mengatakan gerakan yang dibangunnya bersama anggota lebih mengutamakan aksi langsung dibandingkan kegiatan berupa diskusi atau seminar. Menurutnya, memungut sampah secara langsung menjadi cara untuk mengedukasi diri sendiri sekaligus masyarakat.
“GMSS tidak terlalu senang diskusi atau seminar. Diskusi dan seminar memang penting untuk menambah wawasan, tetapi aksi ini yang lebih penting bagi kami. Kami mendidik diri sendiri dan masyarakat, bahkan pemerintah, untuk memungut sehelai sampah di Sungai Karang Mumus,” ujar Misman.
Ia menambahkan, perjuangan GMSS SKM tidak berhenti pada persoalan sampah, tetapi juga diarahkan untuk membangun kembali ekosistem sungai. Menurut Misman, kondisi bagian hilir Sungai Karang Mumus yang telah banyak dibeton berbeda dengan kawasan yang masih memiliki ekosistem alami.
“Bagian hilir bagi GMSS sudah menjadi kanal karena sudah dibeton kiri dan kanan, tetapi di Sekolah Sungai masih merupakan sungai karena masih ada ekosistem dan ripariannya. Itu yang terus kami perjuangkan,” katanya.
Sementara itu, anggota GMSS SKM yang juga Ketua Panitia Pelaksanaan, Bachtiar, menjelaskan tema “Bersama Kita Jaga Sungai, Kita Berjaya” memiliki makna penting mengenai upaya mengembalikan fungsi sungai sebagai bagian dari ekosistem dan sumber kehidupan.
“Kalau sungai kita lestari, sungai dalam arti yang sebenarnya, bukan kanal, maka fungsi-fungsi sungai itu akan kembali. Sungai sebenarnya merupakan layanan ekosistem dan habitat. Jadi, melestarikan lingkungan juga berarti melestarikan kehidupan kita,” ujar Bachtiar.
Dalam peringatan ulang tahun ke-11 ini, GMSS SKM juga menghadirkan sejumlah kegiatan, di antaranya lomba memungut sampah berpasangan serta Fun Race Paddle Board dengan beberapa kategori. Kegiatan tersebut menjadi sarana menggabungkan aktivitas olahraga, kepedulian lingkungan, dan edukasi kepada masyarakat.
Bachtiar mengatakan kegiatan paddle board juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali aktivitas mendayung sebagai keterampilan yang dapat diwariskan kepada generasi muda. Sementara aksi memungut sampah diharapkan membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Fun Race ini maksudnya mengembalikan budaya nenek moyang kita. Mendayung seharusnya menjadi keterampilan dasar kita. Memungut sampah juga bagian dari edukasi kepada generasi ke depan, agar mereka memahami bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Tujuannya, supaya kita tidak membuang sampah,” katanya.
Memasuki usia ke-11, Bachtiar berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat terus dilanjutkan oleh generasi muda. Ia menyebut regenerasi menjadi salah satu hal penting agar gerakan menjaga Sungai Karang Mumus dapat terus berjalan.
“Kami ini sudah uzur-uzur. Kami berharap generasi muda bisa melakukan regenerasi dan kepeduliannya terhadap lingkungan terus tumbuh,” ujarnya.
Apresiasi terhadap konsistensi GMSS SKM juga disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso. Ia menilai menjaga kebersihan sungai dan alam selama bertahun-tahun bukanlah pekerjaan mudah, terlebih GMSS SKM turut mengambil peran dalam menggerakkan masyarakat ketika kegiatan pemerintah mengalami keterbatasan.
“GMSS SKM ini memang baru berusia 11 tahun, tetapi perjuangan mempertahankan kegiatan kebersihan sungai dan menjaga alam bukan sesuatu yang gampang. Saya melihat GMSS berani mengambil peran pemerintah dalam hal kebersihan sungai,” ujar Suwarso.
Suwarso juga mengapresiasi cara GMSS SKM menggabungkan kegiatan memungut sampah dengan hobi paddle board. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi cara kreatif untuk mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
“Dari GMSS SKM, kegiatan ini dilanjutkan dan dikaitkan dengan hobi paddle board. Hobi itu kemudian diselipkan dengan kegiatan memungut sampah. Ini sangat keren. Saya doakan Pak Misman dan kawan-kawan tetap sehat, semangat, serta bisa menjadi contoh bagi masyarakat Kota Samarinda lainnya,” katanya.
Ia berharap semangat dan karya GMSS SKM dapat terus diikuti masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di sekitar Sungai Karang Mumus. Regenerasi juga dinilai penting agar gerakan tersebut dapat terus tumbuh dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
“Harapannya karya-karya beliau terus diikuti dan diingat seluruh lapisan masyarakat, terutama yang berdomisili di pinggir Sungai Karang Mumus. Semoga terus berjaya, terus berjalan, dan tumbuh generasi baru untuk melanjutkan karya-karya beliau,” ujar Suwarso.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....