KKI 2026 Catat Rp144,2 Miliar, UMKM Kaltim Tembus Pasar Global

  • 25 Agt 2026 19:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Karya Kreatif Indonesia atau KKI 2026 tidak sekadar menghadirkan etalase produk UMKM, tetapi membuka jalan menuju pasar yang lebih luas.

Hingga 22 Agustus 2026, penjualan sementara KKI mencapai Rp144,2 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Capaian tersebut juga terlihat dari business matching ekspor yang mencapai Rp169,9 miliar.

Kesepakatan itu melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara, memperlihatkan peluang produk lokal menembus pasar internasional.

Di Kalimantan Timur, geliat tersebut tercermin dari bertambahnya jumlah UMKM yang tampil dalam pameran.

Sebanyak 15 UMKM unggulan Bank Indonesia Kaltim ikut secara luring, meningkat dari enam UMKM pada KKI sebelumnya.

Selama pameran, UMKM binaan Bank Indonesia Kaltim membukukan penjualan Rp1,14 miliar.

Manika Kaltim menjadi penyumbang tertinggi dengan penjualan Rp615,29 juta melalui produk tas rotan dan manik-manik khas Kalimantan Timur.

Namun, keberhasilan itu tidak hanya diukur dari transaksi yang terjadi selama pameran.

Empat UMKM Kaltim juga memperoleh peluang memperluas pasar melalui business matching dengan calon pembeli dari sejumlah negara.

Menggeris memperoleh kesepakatan ekspor produk jam tangan dan kacamata kayu ke Jepang dan Italia.

Sementara Abon Jaya Mandiri, Tumman Jaya Mulya, dan Jo-E Craft menandatangani Letter of Intent atau LoI dengan buyer dari Singapura, Afrika Selatan, dan Australia.

Bagi pelaku UMKM, peluang ekspor tentu bukan garis akhir.

Kesepakatan harus dilanjutkan dengan kemampuan memenuhi permintaan, menjaga kualitas, dan menyesuaikan produk dengan standar pasar internasional.

Di sinilah keberhasilan KKI menjadi lebih menarik untuk dilihat.

Besarnya transaksi memang menunjukkan daya tarik produk, tetapi keberlanjutan menjadi tantangan berikutnya bagi pelaku UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan mengatakan pengembangan UMKM akan terus dilakukan secara end-to-end.

“Peningkatan kapasitas dan kualitas usaha, inovasi dan digitalisasi,” menjadi bagian dari penguatan UMKM Kaltim, ujar Jajang. Dalam keterangan rilis resminya, Selasa 25 Agustus 2026.

Menurutnya, akses pembiayaan dan pasar juga perlu berjalan beriringan dengan penguatan jejaring bisnis.

Langkah tersebut diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu menjual produknya, tetapi juga tumbuh dan memiliki daya saing lebih kuat.

Capaian Kaltim di KKI 2026 juga datang dari industri kopi.

Joese Andrew Josly Kansil meraih juara dua dan Nanda Danuarta menempati posisi kelima dalam Cangkir Barista Championship 2026.


Secara nasional, KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dengan hampir 560 UMKM mengikuti pameran luring.

Ekosistem tersebut didukung 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam negeri, lima kantor luar negeri, serta 27 kementerian dan lembaga.

Bagi Kaltim, panggung KKI menjadi kesempatan memperkenalkan produk, kreativitas, dan kekayaan budaya daerah kepada pasar yang lebih luas.

Kini pekerjaan berikutnya adalah memastikan transaksi dan kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai cerita sukses selama pameran.


Sebab, ukuran keberhasilan UMKM pada akhirnya bukan hanya seberapa besar nilai transaksi dalam sebuah kegiatan.

Yang lebih penting adalah seberapa jauh peluang itu berubah menjadi pesanan berulang, pasar baru, dan usaha yang semakin mandiri.

Semangat tersebut sejalan dengan tema KKI 2026, “Berdaya Bersama-sama”.

Sinergi itu diharapkan membuat UMKM Kaltim semakin tangguh, berdaya saing, dan memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....