KKI 2026 Buka Peluang 15 UMKM Kaltim Tembus Pasar Nasional dan Ekspor

  • 20 Agt 2026 18:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Karya Kreatif Indonesia atau KKI 2026 kembali membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Tahun ini, panggung tersebut juga membawa warna Kalimantan Timur melalui produk lokal hingga talenta barista.

KKI 2026 digelar Bank Indonesia pada 20 hingga 23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC Jakarta. Ajang ini mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Bank Indonesia menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis dalam KKI tahun ini.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.

Bagi Destry, bangkit bukan sekadar kembali menjalankan usaha setelah menghadapi tekanan. Semangat itu juga menjadi bagian dari pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun dampak bencana alam.

Sementara ketangguhan diarahkan pada penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Adapun daya saing dibangun melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar domestik dan ekspor.

Pesan tersebut terasa dekat dengan perjalanan UMKM di daerah, termasuk Kalimantan Timur. Potensi lokal tidak cukup hanya dikenal di daerah, tetapi perlu mendapat ruang untuk bertemu pasar yang lebih luas.

Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur membawa 15 UMKM unggulan dalam KKI 2026. Mereka hadir dengan produk yang merepresentasikan kreativitas sekaligus kekayaan daerah.

Ada wastra dan kriya khas Kaltim, fesyen dan kerajinan, hingga makanan serta minuman olahan berbasis potensi lokal. Produk-produk tersebut menjadi wajah Kaltim di tengah pertemuan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Nama-nama seperti Putri Mahakam, Pokan Takaq, Sarung Tenun Rahmadina, Qisbelin, dan Loa Honey turut hadir. Begitu pula CV Matan Gallery, Manika Kaltim, dan Kudungga Batik yang membawa karakter produk daerah ke panggung nasional.

Kehadiran mereka bukan sekadar mengikuti pameran. KKI menjadi momentum untuk memperluas eksposur produk, membangun jejaring usaha, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas hingga peluang ekspor.

Hal itu sejalan dengan arah pembinaan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia di Kalimantan Timur. Dalam siaran pers resmi, Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan penguatan UMKM dilakukan secara menyeluruh.

“Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pembinaan UMKM secara end-to-end agar semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah," kata Jajang. Kamis 20 Agustus 2026.

Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas dan kualitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi. Kekayaan budaya dan potensi unggulan daerah juga diarahkan menjadi kekuatan ekonomi yang bernilai tambah.

Dari produk UMKM, cerita Kaltim kemudian berlanjut melalui dunia kopi. Tiga barista daerah berhasil membawa nama Kaltim masuk dalam 24 besar Cangkir Barista Championship 2026 tingkat nasional.

Mereka adalah Nanda Danuarta, Muhammad Alghifari, dan Joese Andrew Josly Kansil. Ketiganya berhasil masuk 24 besar setelah berkompetisi dengan ratusan peserta dari berbagai daerah.

Capaian itu menjadi gambaran berkembangnya ekosistem kopi dan talenta kreatif Kaltim. Kompetisi tersebut sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas, jejaring, dan daya saing industri kopi daerah di tingkat nasional.

Di balik angka 15 UMKM dan tiga barista, ada cerita tentang bagaimana potensi daerah mencari ruang untuk dikenal lebih jauh. Dari kain dan kerajinan hingga secangkir kopi, identitas Kaltim hadir dalam bentuk yang semakin beragam.

KKI 2026 sendiri menghadirkan lebih dari 550 UMKM dalam pameran luring dan lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring. Jumlah itu meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 secara daring.

Dengan 44 rangkaian kegiatan, KKI juga membuka ruang untuk talkshow, business matching pembiayaan dan ekspor, penguatan rantai nilai, hingga showcase UMKM dan pariwisata. Ruang-ruang tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk tidak berhenti pada kebanggaan produk, tetapi bergerak menuju pasar yang lebih luas.

Bagi Kalimantan Timur, keikutsertaan dalam KKI 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun UMKM yang adaptif dan inovatif. Harapannya, potensi lokal tidak hanya tampil sebagai karya, tetapi tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah yang semakin berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....