Kemarau Jadi Momentum Memperbanyak Kebaikan dan Kepedulian
- 21 Sep 2026 13:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Musim kemarau dengan cuaca panas, berkurangnya hujan, keterbatasan air, hingga kabut asap tidak hanya dipandang sebagai kondisi yang menyulitkan masyarakat. Dalam perspektif keagamaan, situasi tersebut juga dapat menjadi momentum untuk memperbanyak kebaikan, meningkatkan doa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Wahyu Utami, dari Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda dalam tausiah Mutiara Pagi Pro 1 RRI Samarinda dengan tema “Ruang Kebaikan di Kemarau”. Menurutnya, setiap keadaan yang dihadapi manusia tetap memiliki ruang untuk menghadirkan kebaikan dan menjadi pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ustadz Wahyu menjelaskan, salah satu bentuk ibadah yang berkaitan dengan kondisi kekurangan air dan jarangnya hujan adalah istisqa. Dalam fikih, ibadah tersebut berkaitan dengan keadaan tertentu, yaitu ketika masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air atau hujan jarang turun.
“Kemarau ini artinya tetap saja akan ada ruang kebaikan di sana. Ada kesempatan untuk memperbanyak doa, memperbanyak istighfar, dan mendapatkan kebaikan ataupun pahala melalui yang namanya istisqa,” ujar Ustadz Wahyu.
Ia menerangkan, istisqa tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan salat istisqa. Menurutnya, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, mulai dari melaksanakan salat, berkumpul dan berdoa bersama untuk memohon hujan, hingga berdoa secara pribadi dengan memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan.
Selain memperbanyak doa, kemarau juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri. Ustadz Wahyu mengingatkan agar manusia menyadari berbagai kesalahan, mengurangi tindakan yang dapat memperburuk kondisi lingkungan, serta tidak berlebihan dalam mengeksploitasi alam. Hal tersebut dinilai penting karena dampak kemarau dan kebakaran tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan, dan lingkungan.
Kepedulian terhadap makhluk hidup lainnya juga menjadi bagian dari ruang kebaikan di tengah kemarau. Kondisi kekeringan dan kebakaran hutan dapat menyebabkan hewan kehilangan sumber makanan, tempat tinggal, hingga menghadapi ancaman kematian. Karena itu, kepedulian manusia melalui doa maupun tindakan nyata diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebaikan bagi seluruh makhluk.
“Menahan diri untuk tidak membuat hal-hal yang mudah terbakar atau mengurangi dari membuat asap, itu juga kebaikan hari ini. Kita berpikir bahwa kalau saya melakukan pembakaran ini, maka justru memperburuk keadaan dan mungkin lebih banyak orang yang akan susah bernapas,” ucapnya.
Di sisi lain, kemarau juga dapat membuka ruang kebaikan melalui kepedulian sosial. Masyarakat yang memiliki kecukupan air maupun kemampuan ekonomi dapat membantu warga yang mengalami kesulitan. Menurut Ustadz Wahyu, kondisi tersebut seharusnya tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan secara berlebihan dari kebutuhan mendasar masyarakat.
Kemarau juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi sejumlah pelaku usaha, seperti pedagang minuman dan es yang mengalami peningkatan permintaan saat cuaca panas. Kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika kehidupan ekonomi selama dilakukan secara wajar dan tidak disertai praktik menimbun barang untuk menaikkan harga sehingga menyulitkan masyarakat.
Untuk memperkuat kepedulian di tengah masyarakat, Ustadz Wahyu menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ibadah. Menurutnya, semakin kuat keimanan seseorang, diharapkan semakin tumbuh pula kepekaan terhadap kondisi orang lain sehingga semangat berbagi, membantu, dan menjaga lingkungan dapat berkembang di tengah masyarakat.
Ustadz Wahyu berharap kemarau tidak hanya dipandang sebagai musim panas dan kering, tetapi juga menjadi pengingat bahwa selalu terdapat kesempatan untuk melakukan kebaikan. Melalui doa, introspeksi, kepedulian kepada sesama, menjaga lingkungan, dan membantu makhluk hidup yang terdampak, masyarakat dapat menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat kepedulian sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....