Waspada Godzilla El Nino, Samarinda Antisipasi Kebakaran

  • 16 Apr 2026 07:46 WIB
  •  Samarinda
Poin Utama
  • Musim Kemarau

RRI.CO.ID, Samarinda — Status kewaspadaan musim kemarau di Kota Samarinda meningkat. Subkoordinator Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda, Hamzah, menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan kondisi waspada terhadap fenomena kemarau kering ekstrem yang dikenal sebagai “Godzilla El Nino”.

“Jadi kalau di Samarinda, ini sudah dinyatakan oleh BMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Samarinda, Kota Samarinda statusnya hari ini waspada terhadap fenomena musim kemarau,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam obrolan SPADA Pro 2 RRI Samarinda, Rabu 15 April 2026.

Fenomena “Godzilla El Nino” memicu kondisi lebih kering dan panas dibanding kemarau normal. Pemerintah Kota Samarinda melalui BPBD telah menindaklanjuti dengan langkah mitigasi serta penyampaian imbauan kepada masyarakat.

“Kalau sering kita lihat itu yang muncul di berita di TV kan ada namanya Godzilla El Nino. Artinya dia cenderung lebih kering, lebih panas dari musim kemarau biasanya,” katanya.

Sejumlah kejadian kebakaran telah terjadi sepanjang April 2026, meliputi kebakaran permukiman di kawasan Pasar Segiri, insiden di wilayah Palaran, serta kebakaran lahan di Lempake.

“Beberapa kali kejadian ada kebakaran kemarin, ada kebakaran pemukiman di arah Yamaha, di Pasar Segiri, kemudian di Palaran kebakaran lahan, kemudian di Lempake juga sama. Jadi ada beberapa titik yang memang di bulan April ini ada terjadi beberapa kebakaran seperti itu,” ucapnya.

Wali Kota Samarinda mengeluarkan imbauan resmi terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau serta pencegahan kebakaran hutan, lahan, dan permukiman.

Imbauan tersebut memuat enam poin utama, meliputi larangan membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah di pekarangan, lahan kosong, maupun area pertanian, terutama saat angin kencang dan suhu tinggi. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran permukiman melalui pemeriksaan instalasi listrik secara berkala guna mencegah korsleting.

Poin berikutnya menekankan penghematan penggunaan air bersih, penyiapan tampungan air untuk sektor pertanian seperti embung atau sumur dalam, serta pelaporan cepat jika ditemukan potensi kebakaran.

“Segera melaporkan jika melihat kebakaran lahan pada lahan semak belukar kepada ketua RT setempat atau ke BPBD agar kebakaran tersebut tidak meluas,” kata Hamzah.

Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan darurat 112 tanpa biaya pulsa. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dengan membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari dan meningkatkan konsumsi air putih.

Pemerintah menegaskan kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci menekan risiko kebakaran dan dampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....