Mengambil Hikmah dan Keutamaan Bulan Dzulhijjah
- 05 Jun 2026 16:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Hal tersebut disampaikan Ustaz KH. Muhammad Khozin, M.Pd. dalam program Tausiyah Mutiara Pagi RRI Samarinda. Dalam kesempatan itu, ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Mengawali tausiyahnya, Ustaz Khozin mengajak seluruh pendengar untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan yang masih diberikan. Menurutnya, nikmat terbesar yang dimiliki seorang muslim adalah keimanan yang menjadi jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan hidup.
Dalam penjelasannya, ia menyoroti keutamaan puasa Arafah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan ini menjadi bukti kasih sayang Allah SWT yang selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya.
Selain puasa Arafah, ibadah haji dan umrah juga menjadi amalan utama yang sarat hikmah pada bulan Dzulhijjah. Ustaz Khozin menjelaskan bahwa pelaksanaan haji mengajarkan nilai persamaan derajat manusia di hadapan Allah SWT. Seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram yang sama tanpa membedakan suku, bangsa, jabatan, maupun status sosial.
“Pelajaran yang sangat tampak dari ibadah haji adalah kebersamaan dan persamaan derajat manusia. Yang membedakan seseorang di sisi Allah hanyalah ketakwaannya,” ujar Ustaz KH. Muhammad Khozin.
Ia menambahkan bahwa ibadah haji juga menjadi sarana meneladani perjuangan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya dalam menunjukkan ketaatan total kepada Allah SWT. Keteladanan tersebut tercermin dalam berbagai rangkaian ibadah haji yang mengingatkan umat Islam tentang pentingnya kepasrahan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah.
Bagi umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji, Ustaz Khozin menegaskan bahwa masih banyak amalan yang dapat dilakukan selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Di antaranya memperbanyak sedekah, infak, zikir, membaca Al-Qur’an, salat sunnah, membantu fakir miskin, serta berbagai bentuk amal kebajikan lainnya yang bernilai pahala berlipat ganda.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil selama hari-hari mulia tersebut. Menurutnya, sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk beribadah sehingga umat Islam dianjurkan mengisi hari-hari itu dengan berbagai bentuk ketaatan.
Pembahasan lain yang mendapat perhatian adalah ibadah kurban yang menjadi syiar utama pada Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik. Ustaz Khozin menjelaskan bahwa kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi mengandung nilai pendidikan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Bulan Dzulhijjah mengajarkan kita untuk meningkatkan ketakwaan melalui ibadah, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Setiap muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.
Menutup tausiyah, Ustaz Khozin mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum Dzulhijjah sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Ia berharap setiap amal yang dilakukan pada bulan yang mulia ini dapat menjadi jalan meraih rahmat, ampunan, dan ridha Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....