Cek Instalasi Listrik, BPBD Samarinda Tekankan Pencegahan Kebakaran

  • 16 Apr 2026 07:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — BPBD Kota Samarinda menyoroti pentingnya perawatan instalasi listrik rumah tangga. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya risiko kebakaran akibat korsleting, terutama saat musim kemarau. Subkoordinator Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda, Ir. Hamzah, dalam obrolan SPADA Rabu, 15 April 2026 menyampaikan upaya pencegahan telah dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran melalui kampanye edukasi kepada masyarakat. Fokus utama diarahkan pada pemeriksaan instalasi kabel sebagai sumber risiko paling dominan.

“Nah, ini ya dari teman-teman Dinas Damkar itu sebenarnya sudah membuat kampanye edukasi untuk lebih baik mencegah daripada menanggulangi. Jadi kalau kita mau memastikan tempat kita tinggal sendiri, rumah itu aman dari potensi kebakaran itu rutin dilakukan pengecekan untuk instalasi kabel, khususnya kabel, karena penyebab utama itu karena korsleting,” ujarnya.

Selain faktor penggunaan, usia instalasi listrik turut menjadi perhatian. Banyak rumah dengan kabel berusia puluhan tahun dinilai rentan mengalami kerusakan fisik seperti lapisan terkelupas.

“Jadi kalau adik-adik, rumahnya ini sudah 20 tahun, itu perlu dicek kabelnya karena umur kabel itu ada batas umurnya, dia bisa terkelupas lapisannya. Makanya ada baiknya dicek, bahkan kalau ada rezeki lebih saran saya diganti saja dengan kabel yang baru, jaringan kabel yang baru,” katanya.

Di sisi lain, kapasitas beban listrik kerap diabaikan. Penggunaan listrik melebihi kemampuan kabel memicu panas berlebih yang berpotensi menimbulkan percikan api.

“Dan juga kabel itu ada kapasitas kWh yang boleh lewat, tinggi tegangan yang boleh lewat. Jadi kalau dia melebihi dia akan panas. Kalau panasnya melebihi dia akan menyebabkan mudah percikan api. Nah, itu yang sering terjadi korsleting listrik,” ucapnya.

Praktik penggunaan satu colokan untuk banyak perangkat berdaya tinggi juga menjadi penyebab umum kelebihan beban listrik di rumah tangga. Kondisi ini dinilai sangat berisiko jika tidak dikendalikan.

“Jadi misalnya satu colokan di situ juga colokan kulkas, di situ juga colokan TV, di situ rice cooker. Nah, ini sudah pasti kelebihan beban,” katanya.

Untuk mengurangi risiko, perangkat dengan konsumsi listrik besar seperti AC dan kulkas disarankan menggunakan jalur colokan tersendiri. Penggunaan bersama dinilai tidak aman karena beban listrik yang terus-menerus.

“Contohnya kalau di rumah kenapa colokan AC itu sendiri di atas, enggak boleh dicabang sama yang lain. Karena AC itu menggunakan listrik yang besar. Ya, itu juga sebenarnya kalau kulkas. Kulkas enggak boleh dicabang. Jadi, kulkas itu harus sendiri colokannya,” ujarnya.

Sementara itu, perangkat yang digunakan secara berkala seperti setrika atau rice cooker masih dapat menggunakan colokan bersama selama tidak dipakai bersamaan dalam waktu lama.

“Kalau yang sifatnya diperlukan saja kayak rice cooker atau setrika, ini waktu mau pakai saja digunakan. Ini dicolokkan sendiri boleh digabung, misalnya satu colokan itu buat setrika sama rice cooker atau dispenser, ini boleh saja karena tidak setiap saat digunakan,” katanya.

BPBD menegaskan, perawatan kabel secara berkala menjadi langkah sederhana namun krusial dalam mencegah kebakaran. Faktor eksternal seperti panas cuaca dan gangguan hewan juga mempercepat kerusakan instalasi listrik.

“Jadi intinya dalam satu colokan itu jangan sampai bertumpuk yang menggunakan listrik yang berat. Kabelnya diusahakan terawat, dicek. Kalau rumahnya sudah lebih dari 20 tahun dan belum pernah ada peremajaan atau pengecekan kabel, baiknya dicek. Kadang-kadang kabel itu terkelupas bisa karena panas, bisa juga karena binatang seperti tikus. Apalagi panasnya dobel dari musim kemarau ini, panas dari tegangan listrik sendiri dan panas dari sinar matahari. Nah, ini yang kadang-kadang bisa memicu terjadinya korsleting atau munculnya percikan api,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....