LEISA BI Kaltim Dongkrak Panen Padi Desa Sidomulyo Kukar hingga 6,95 Ton
- 10 Sep 2026 18:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bank Indonesia Kalimantan Timur mendorong transformasi pertanian melalui penerapan teknologi dan efisiensi budi daya untuk meningkatkan produktivitas padi petani. Program melalui demplot Low External Input Sustainable Agriculture atau LEISA tersebut membuktikan hasil panen dapat meningkat signifikan dengan mengoptimalkan sumber daya lokal.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan mengatakan, keberhasilan demplot LEISA merupakan hasil sinergi pemerintah dan akademisi. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menekan biaya pertanian melalui pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia.
“LEISA mengoptimalkan sumber daya lokal, sehingga produksi meningkat dan biaya pertanian dapat ditekan,” ujar Jajang Hermawan.
Efisiensi juga didorong melalui penggunaan teknologi drone sprayer untuk pemupukan dan penyemprotan pestisida di lahan pertanian.
Jajang menjelaskan, penggunaan drone mampu mempercepat proses penyemprotan menjadi sekitar sepuluh menit per hektare.
Sebelumnya, proses penyemprotan membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam untuk setiap hektare lahan.
Berdasarkan hasil demplot, produktivitas padi meningkat dari sekitar 4,8 ton menjadi 6,95 ton per hektare.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Diponegoro, Desa Sido Mulyo, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kamis 10 September 2026.

Demplot LEISA mencakup intensifikasi sawah sekitar 120 hektare dan menjadi contoh penerapan rekayasa budi daya untuk meningkatkan hasil pertanian.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan, hasil tersebut menunjukkan potensi besar penerapan LEISA untuk memperkuat produksi pangan daerah.
“Ini dilakukan oleh Bank Indonesia Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kaltim, serta Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Seno Aji.
Ia berharap keberhasilan demplot tersebut segera direplikasi kepada kelompok tani lainnya di seluruh Kalimantan Timur.
Seno Aji menyebut tingkat swasembada beras Kaltim kini mencapai sekitar 60 persen, meningkat dari sekitar 30 persen pada tahun sebelumnya.
Pemerintah menargetkan capaian tersebut terus meningkat hingga 100 persen melalui perluasan produksi dan penerapan teknologi pertanian.
Dalam panen raya tersebut, juga dilakukan pembagian sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas petani sekaligus memperluas penerapan teknologi pertanian yang lebih produktif dan efisien di Kaltim.

Kata Kunci / Tags
Video
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....