Dari Babinsa hingga Turun ke Sawah, TNI Korem 091/ASN Dorong Petani Kaltim Sejahtera
- 16 Agt 2026 11:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mendukung upaya swasembada pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) melalui pendampingan langsung kepada petani. Dukungan tersebut dilakukan mulai dari optimalisasi lahan, pengawasan bantuan pertanian, hingga mendorong lahirnya para petani milenial.
Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, mengatakan ketahanan pangan ini selaras dengan program TNI Angkatan Darat (AD), yakni Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Selama ini, Bintara Pembina Desa (Babinsa) selalu berada di lapangan untuk mendampingi kelompok tani dan mendorong mereka meningkatkan hasil pertanian.
“Di setiap program Tentara Membangun Desa itu selalu melekat ketahanan pangan. Di luar itu juga kita mendorong teman-teman dari Kementerian Pertanian dalam rangka pendampingan,” ujar Anggara, dalam Podcast bersama RRI Samarinda, Jumat, 14 Agustus 2026.
Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan, lanjutnya, yaitu melalui optimalisasi lahan. Lewat upaya ini, pihaknya mendorong peningkatan indeks pertanaman sehingga lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali bisa panen dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Lahan ini walaupun tetap itu bisa ditingkatkan hasilnya. Yang tadinya sekali tanam, dengan dorongan dari kita, kemudian perbaikan irigasi, kebutuhan airnya tercapai, itu bisa menjadi dua sampai tiga kali. Babinsa kita memberikan stimulan kepada kelompok tani,” kata Danrem.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan terhadap bantuan yang diberikan pemerintah kepada petani. Mulai dari pupuk bersubsidi, bibit, hingga bantuan peralatan, TNI ikut mengawasi agar dukungan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Menurut Anggara, pengawasan diperlukan untuk memastikan bantuan sampai kepada kelompok yang membutuhkan dan tidak berhenti di tengah jalan. Bahkan, tak hanya mendampingi, Babinsa juga ikut turun langsung menanam di lahan bersama petani.
“Ibaratnya 'walaupun saya enggak dapat hasilnya, saya ikut nanam'. Itu juga memberikan teladan, motivasi kepada teman-teman kelompok tani,” ucapnya.
Di samping untuk mewujudkan ketahanan pangan, Anggara menilai dukungan serta pendampingan kepada petani harus dilakukan lantaran petani memiliki peran besar dalam keberlangsungan hidup sehari-hari. Karena itu, pekerjaan sebagai petani menurutnya tidak seharusnya dipandang sebelah mata.
“Kita harus menggugah motivasi mereka untuk cinta kepada negara. Para petani ini jangan dianggap lagi menjadi pekerjaan yang rendah. Ini pekerjaan yang mulia. Kalau enggak ada petani kita enggak makan,” ucapnya.
Anggara juga mengungkapkan, profesi petani kini justru semakin menjanjikan karena hasil pertanian seperti jagung dan padi diserap dengan harga yang lebih terjamin dari pemerintah. Karena itu, tak sedikit generasi muda yang mulai berkecimpung menjadi petani milenial.
"Saya pernah menemukan petani milenial di Penajam Paser Utara, penghasilannya selama menjadi kelompok tani itu per bulan hampir Rp12 juta,” kata Danrem, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....