Dampak Kesehatan Kurang Aktivitas Fisik
- 30 Sep 2026 05:05 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Gaya hidup sedentar atau minim aktivitas fisik kini menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang berolahraga, serta kurangnya pergerakan tubuh harian terbukti meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit kronis hingga penurunan kualitas hidup secara signifikan.
Melansir dari Alodokter, orang yang menjalani sedentary lifestyle biasanya memiliki aktivitas fisik yang rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Ketika kurang bergerak atau melakukan aktivitas, ada banyak bahaya kesehatan yang mengintai pelakunya, antara lain:
Menurunkan imunitas tubuh
Pelaku sedentary lifestyle kemungkinan besar akan memiliki imunitas tubuh yang lemah, apalagi jika gaya hidup ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama.
Baca juga: Penyebab Badan Meriang dan Pegal LinuPenelitian menunjukkan bahwa tidak aktif bergerak selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan dapat menyebabkan sistem imunitas tubuh menurun. Hal ini menyebabkan orang yang kurang aktif bergerak rentan untuk terkena infeksi dan penyakit.
Menyebabkan obesitas
Karena pelaku sedentary lifestyle cenderung kurang aktif bergerak, jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh pun sedikit. Lemak dalam tubuh juga bisa menumpuk sehingga berat badan pelaku gaya hidup ini akan mudah naik. Kondisi ini lambat laun dapat memicu terjadinya obesitas.
Sebuah penelitian pun mengungkap fakta terkait hal ini. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa terbiasa duduk selama 8 jam atau lebih setiap hari mampu meningkatkan risiko terkena obesitas.
Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2
Orang yang menjalani sedentary lifestyle rentan terkena diabetes tipe 2. Risiko untuk terkena penyakit ini bahkan dapat meningkat sampai 112%. Hal ini karena kurangnya melakukan aktivitas fisik dapat memicu terjadinya resistensi insulin.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan gula di dalam darah yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2.
Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung
Dampak buruk kesehatan dari sedentary lifestyle selanjutnya adalah meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Pasalnya, kurangnya beraktivitas dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh.
Ketika tekanan darah meningkat, pembuluh arteri yang memasok darah ke jantung dapat menyempit atau rusak. Hal ini memicu terjadinya penyakit jantung.
Sementara itu, tingginya kadar kolesterol dalam tubuh bisa menyebabkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis, yang juga berkontribusi terhadap penyakit jantung.
- Meningkatkan risiko terkena gangguan mental
Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, sedentary lifestyle juga bisa membuat pelakunya rentan untuk mengalami gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Keterkaitan antara sedentary lifestyle dengan gangguan mental perlu diteliti lebih lanjut. Namun, ada dugaan bahwa banyaknya waktu yang dihabiskan untuk duduk dan berbaring membuat pelaku jarang keluar rumah dan melakukan aktivitas yang disukai. Kondisi ini dapat membuat mereka lebih mudah untuk tertekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....