Tak Terlihat, Lemak Organ dalam Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Metabolik

  • 05 Sep 2026 19:15 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Lemak visceral atau lemak organ dalam merupakan lemak yang tersimpan di sekitar organ-organ tubuh dan sering kali tidak terlihat dari luar. Meski demikian, lemak ini bukan sekadar tumpukan lemak, karena jaringan visceral bersifat aktif secara metabolik dan dapat menghasilkan zat yang memengaruhi kesehatan tubuh.

Melansir dari @perkeni.ig, lemak organ dalam yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap peradangan kronis, resistensi insulin, gangguan metabolisme lemak, serta gangguan fungsi pembuluh darah. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik.

Salah satu dampaknya adalah meningkatnya risiko diabetes tipe dua. Ketika jumlah lemak visceral berlebihan, tubuh dapat menjadi lebih resisten terhadap insulin sehingga insulin bekerja kurang efektif dan kadar gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan.

Lemak organ dalam juga berkaitan dengan berbagai faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat disertai tekanan darah tinggi, kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak sehat, peningkatan gula darah, serta peradangan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kardiometabolik.

Tidak hanya jantung, hati juga dapat terdampak akibat penumpukan lemak organ dalam. Kondisi ini berkaitan erat dengan metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease atau MASLD, yang pada sebagian orang dapat berkembang menjadi peradangan dan kerusakan hati yang lebih serius.

Seseorang tidak harus terlihat gemuk untuk memiliki lemak organ dalam berlebih. Berat badan atau indeks massa tubuh yang tidak terlalu tinggi bukan berarti seseorang terbebas dari lemak organ dalam, sehingga risiko kesehatan perlu dinilai secara lebih menyeluruh, termasuk melalui lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, serta riwayat kesehatan.

Lemak organ dalam dapat dikurangi melalui perubahan gaya hidup. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin yang mencakup latihan aerobik dan kekuatan, tidur cukup, menjaga berat badan sehat, serta menghindari rokok dapat membantu menjaga kesehatan metabolisme, sehingga tidak perlu menunggu hingga perut terlihat besar untuk mulai peduli terhadap lemak organ dalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....