Kabut Asap Mengganggu Kesehatan, Kenali Bahaya dan Cara Mengatasinya

  • 13 Sep 2026 07:04 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Kabut asap merupakan kondisi ketika udara dipenuhi partikel dan gas hasil pembakaran, seperti kebakaran hutan dan lahan. Selain mengurangi jarak pandang, kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Paparan kabut asap dapat menyebabkan berbagai keluhan, terutama pada sistem pernapasan. Gejala yang sering muncul antara lain batuk, tenggorokan terasa perih, hidung berair, mata merah atau iritasi, serta sesak napas.

Seperti dikatakan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP.

“Asap kebakaran itu campuran dari dua kelompok bahaya berupa gas hasil pembakaran, karbon monoksida, nitrogen oksida, dan berbagai volatile organic compaound atau VOC. Kemudian partikel jelaga, abu, karbon, dan termasuk yang paling kita khawatirkan ada yang namanya Particullate Metter atau PM 2.5 yang ukurannya sangat kecil, diameternya itu 2,5 mikrometer atau kurang yang bisa masuk jauh sampai ke paru-paru, memicu peradangan dan memperberat penyakit seperti asma, penyakit paru, dan bahkan sekarang kalau terpapar lama akan berisiko dengan meningkatnya penyakit jantung dan pembuluh darah”.

Risiko gangguan kesehatan dapat meningkat apabila seseorang terpapar kabut asap dalam waktu lama. Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.

Untuk mengurangi dampak kabut asap, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.

Masyarakat juga perlu menjaga kondisi rumah agar asap dari luar tidak mudah masuk. Tutup pintu dan jendela ketika konsentrasi asap tinggi, serta pastikan ruangan tetap memiliki udara yang cukup bersih.

Selain menjaga kesehatan diri, pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi langkah penting untuk mengurangi kabut asap. Masyarakat dapat berperan dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang, tetapi juga masalah kesehatan dan lingkungan yang perlu diwaspadai bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan, mengurangi paparan asap, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan, masyarakat dapat membantu menjaga kualitas udara tetap sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....