Kenali Gejala Frozen Shoulder sebelum Terlambat

  • 27 Jul 2026 20:44 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Mengalami kesulitan saat ingin mengenakan pakaian, menyisir rambut, atau sekadar meraih dompet di saku belakang? Waspadalah, bisa jadi itu bukan sekadar pegal linu biasa, melainkan gejala awal dari frozen shoulder atau dalam istilah medis disebut kapsulitis adhesif.

Kondisi ini terjadi akibat menebalnya jaringan pembungkus sendi bahu, sehingga membuat ruang gerak sendi menjadi sangat terbatas dan memicu rasa nyeri yang hebat.

Melansir dari Alodokter, Frozen shoulder disebut juga dengan adhesive capsulitis. Kondisi ini umumnya muncul dan memburuk secara perlahan, kemudian membaik dengan sendirinya secara bertahap. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk sembuh berbeda pada setiap orang.

Belum diketahui apa yang menyebabkan frozen shoulder. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kapsul pelindung bahu menjadi kaku dan mengeras, yaitu:

  • Bahu tidak digerakkan dalam waktu lama, misalnya akibat stroke, patah tulang lengan atau selangka, pemulihan setelah operasi, atau cedera pada otot di sekitar bahu

  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit Parkinson, tuberkulosis, penyakit jantung, atau gangguan hormon tiroid, baik kelebihan (hipertiroidisme) maupun kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme)

Selain beberapa kondisi di atas, frozen shoulder juga lebih sering dialami oleh orang usia 40 tahun ke atas.

Frozen shoulder dapat membuat penderitanya sulit melakukan beberapa gerakan sehingga mengganggu aktivitas berikut:

Gejala frozen shoulder umumnya berkembang secara perlahan dalam tiga tahap, yang setiap tahapnya bisa berlangsung selama beberapa bulan. Tiga tahap tersebut adalah:

  • Tahap pertama atau freezing stage

    Tahap ini ditandai dengan nyeri bahu tiap kali digerakkan, baik itu pada pundak kanan maupun kiri, sehingga membuat pergerakannya terbatas. Periode ini berlangsung 6–9 bulan.

  • Tahap kedua atau frozen stage

    Tahap kedua ditandai dengan mulai berkurangnya nyeri, tetapi sendi bahu jadi makin kaku dan sulit digerakkan. Periode ini bisa berlangsung selama 4 bulan sampai 1 tahun.

  • Tahap ketiga atau thawing stage

    Tahap ketiga ditandai dengan pergerakan bahu yang mulai membaik. Tahap ini umumnya berlangsung selama 6 bulan sampai 2 tahun.

Pada beberapa penderita frozen shoulder, nyeri pada sendi bahu bisa memburuk pada malam hari dan mengganggu tidur.

Meski dapat mereda dengan sendirinya, frozen shoulder dapat membuat aktivitas penderitanya menjadi terganggu. Oleh sebab itu, penderita disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat memberikan pengobatan untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....