Dampak Vape bagi Kesehatan Pembuluh Darah
- 21 Jul 2026 06:11 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna – Melansir hallosehat; Vape alias rokok elektrik sering dianggap lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau biasa. Akibatnya, banyak orang yang beralih ke rokok elektrik karena percaya dapat menghindarinya dari risiko penyakit jantung dan kanker yang berhubungan dengan penggunaan rokok tembakau. Lalu benarkah demikian?
Centers for Disease Control and Prevention atau CDC telah menegaskan bahwa tidak ada produk tembakau yang aman, termasuk rokok elektronik. Sebagian besar vape itu mengandung nikotin dan aerosolnya juga dapat membawa partikel serta bahan kimia lain. Lalu apa yang terjadi pada pembuluh darah? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Vape itu bukan uap air, banyak orang masih menganggap vape itu hanya uap yang beraroma yang kelihatannya ringan, asapnya tipis, bahkan baunya seperti permen, dan sayangnya pembuluh darah itu tidak menilai dari wangi, dia bereaksi terhadap zat yang masuk ke tubuh kita. Beberapa dampak Vape bagi Kesehatan pembuluh darah :
| Baca juga: Kacang Kuda yang Kaya Nutrisi |
Nikotin yang dapat membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat sementara. Tubuh masuk ke mode siaga, meskipun Anda sedang duduk santai sambil mengepulkan rasa mangga.
Pembuluh darah yang dapat menyempit, dan kibatnya jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Kalau terjadi berulang, maka beban terhadap sistem kardiovaskular ikutan bertambah.
Lapisan dalam pembuluh darah atau endotel dapat terganggu, padahal endotel itu membantu pembuluh darah melebar, menjaga aliran darah, dan mengatur keseimbangan pembekuan darah. Kalau lapisan ini terganggu, maka jalan tol darah mulai kehilangan petugas pengaturnya.
Baca juga: Kacang Kuda dan KhasiatnyaPaparan aerosol yang dapat memicu stres oksidatif dan peradangan, dua proses ini ikut berperan dalam kerusakan pembuluh darah. Efeknya tidak selalu langsung terasa sehingga tidak sesak itu bukan berarti pembuluh darah Anda pasti baik-baik saja. WHO juga menyebut rokok elektronik itu berkaitan dengan dampak kardiovaskular yang merugikan.
Memakai vape sambil tetap merokok itu bukan jalan tengah yang aman, nah ini disebut dual use. Tubuh tidak memberikan diskon resiko hanya karena sumber nikotinnya itu bergantian, malah resikonya jauh meningkat.
Banyak yang merasa aman saat sesekali menggunakan Vape ini, namun masalahnya kebiasaan sesekali itu mudah berubah menjadi setiap hari karena nikotin itu memang menyebabkan ketergantungan. Rasa buah, kemasan modern, dan asap yang tidak sepekat rokok membuat resikonya terasa jauh.
Padahal desain yang terlihat bersih itu tidak otomatis membuat isi aerosolnya menjadi sehat kalau setelah vaping muncul gejala seperti di dada, sesak, pusing berat, jantung berdebar lama, atau hampir pingsan, maka jangan dianggap hanya efek nikotin biasa, segera periksa ke dokter. Untuk berhenti, tentukanlah tanggal, kenali pemicunya, singkirkan perangkat, dan minta bantuan tenaga kesehatan.
Terapi untuk mengatasi ketergantungan itu harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing, bukan sekedar mengikuti saran teman. Jangan berhenti merokok dengan keyakinan bahwa Vape itu pasti aman, dan kalau tujuan Anda benar-benar melindungi jantung, maka arah terbaik adalah bebas rokok dan bebas vape.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....