Sebanyak 8.181 Pelanggan Naik Kereta Api Sumbar saat Libur Maulid Nabi 1448 H
- 28 Agt 2026 00:04 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) melayani 8.181 pelanggan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Selasa, 25 Agustus 2026. Jumlah tersebut mencapai 105 persen dari total kapasitas 7.792 tempat duduk yang tersedia dalam sehari.
Kepala Humas KAI Sumbar, Reza Shahab mengatakan kereta api Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbanyak, yakni 5.296 orang atau 125 persen dari kapasitas 4.240 tempat duduk. Angka tersebut merupakan akumulasi pelanggan dari seluruh perjalanan dalam sehari, sehingga tidak menunjukkan adanya penumpang melebihi kapasitas dalam satu perjalanan.
Menurut Reza, tingginya penggunaan kereta api menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi tersebut. “Antusiasme masyarakat menggunakan kereta api Pariaman Ekspres maupun layanan lainnya menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan untuk bepergian, baik bersilaturahmi maupun memenuhi kebutuhan mobilitas.
"Selain Pariaman Ekspres, Kereta Api Minangkabau Ekspres melayani 1.468 pelanggan dan Kereta api Lembah Anai sebanyak 1.417 pelanggan. Dari sisi stasiun, keberangkatan tertinggi tercatat di Stasiun Padang dengan 2.330 pelanggan, disusul Stasiun Pariaman 1.334, BIM 721, Air Tawar 678, dan Lubuk Alung 445 pelanggan," ucapnya, Rabu, 26 Agustus 2026.
Reza menyebutkan untuk kedatangan, Stasiun Padang juga mencatat volume tertinggi dengan 2.242 pelanggan, kemudian Stasiun Pariaman 1.441, Air Tawar 995, BIM 664, dan Lubuk Alung 423 pelanggan. Data tersebut menunjukkan kereta api digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas harian hingga perjalanan menuju Pariaman, kawasan sekitar Lubuk Alung, dan Bandara Internasional Minangkabau.
Ia memastikan kesiapan sarana, prasarana, pengawasan perjalanan, serta pelayanan di stasiun dan selama perjalanan untuk menghadapi peningkatan mobilitas pelanggan. Petugas juga memperkuat pengawasan keselamatan, termasuk di sekitar jalur rel dan perlintasan sebidang yang menjadi titik rawan gangguan perjalanan.
“Kami mengajak masyarakat membangun budaya keselamatan dengan mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama agar perjalanan kereta api berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....