KAI Divre II Sumbar Sambut Delegasi IMLF-4 di Stasiun BIM

  • 04 Jun 2026 08:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyambut kedatangan para delegasi dan tamu International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu, 3 Juni 2026. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap penyelenggaraan agenda internasional yang mengangkat literasi, budaya, dan sejarah Minangkabau.

IMLF ke-4 tahun 2026 mengusung tema "Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota" dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kegiatan berlangsung sepanjang Juni 2026, dengan agenda literasi pada 3-7 Juni dan kegiatan seni, budaya, serta sejarah pada 7-21 Juni.

Festival yang digelar bekerja sama dengan Yayasan SatuPena Sumatera Barat itu diikuti sekitar 250 delegasi dari 36 negara. Para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang membahas sejarah, ekonomi kreatif, pariwisata, pendidikan, sastra, budaya, hingga adat Minangkabau.

Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, para delegasi disambut dengan nuansa budaya khas Minangkabau. Rangkaian penyambutan meliputi pertunjukan tari tradisional, pembacaan puisi, sajian kuliner khas daerah, edukasi singkat mengenai layanan perkeretaapian di Sumatera Barat, hingga sesi foto bersama di Kereta Minangkabau Ekspres sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Bukittinggi.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan IMLF ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang sebagai momentum memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat internasional. "Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi budaya, literasi, dan pariwisata yang mendunia," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyebut partisipasi KAI dalam penyambutan delegasi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan yang memberikan dampak positif bagi daerah. "Kehadiran para delegasi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya Minangkabau sekaligus layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan di Sumatera Barat," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan IMLF ke-4 dan rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang, termasuk KAI Divre II Sumbar yang turut menyambut kedatangan para delegasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Bukittinggi untuk memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan nilai-nilai Minangkabau kepada dunia internasional.

"Kehadiran delegasi dari 36 negara merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk memperkuat jejaring budaya dan pariwisata internasional. Kami menyambut kunjungan delegasi melalui layanan transportasi angkutan kereta api yang aman dan nyaman," ujarnya.

Ketua IMLF ke-4, Sastri Bakry, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan KAI Divre II Sumbar. Ia menilai kolaborasi tersebut turut memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu dari berbagai negara.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sambutan yang diberikan kepada para delegasi. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan IMLF ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang," katanya.

Salah seorang delegasi, Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo, mengaku terkesan dengan sambutan yang diterimanya serta perkembangan transportasi perkeretaapian di Indonesia. “Pengalaman menggunakan kereta cepat Jakarta-Bandung memberikan kesan positif terhadap kemajuan sektor transportasi Indonesia dan menjadi salah satu pengalaman perjalanan kereta terbaik yang pernah dirasakannya,” ujarnya.

Kesan serupa juga disampaikan delegasi asal Australia, May. Ia menilai penyambutan di lingkungan stasiun kereta menjadi pilihan yang menarik karena mampu memperkenalkan salah satu fasilitas publik sekaligus sarana transportasi yang dimiliki Sumbar. “IMLF menjadi ruang yang efektif untuk memperkuat hubungan budaya, meningkatkan literasi, serta mendorong pertukaran gagasan antar peserta dari berbagai negara,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....