Penanganan Pascabencana di Padang Pariaman Terus Berjalan

  • 07 Okt 2026 03:11 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis membahas penanganan sungai dan progres program pascabencana bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V di Kota Padang, Senin, 5 Oktober 2026. Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah program strategis pemerintah pusat yang tengah dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman.

Kepala BWS Sumatera V Reski Wahyudi memaparkan pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2026 serta rencana program untuk 2027 di Padang Pariaman. Ia menyebut penyampaian perkembangan penanganan pascabencana kepada pemerintah daerah penting agar masyarakat memperoleh informasi mengenai pekerjaan yang sedang berjalan.

Reski mengatakan sejumlah pekerjaan tanggap darurat akibat banjir Sumatera Barat pada 2025 di wilayah Padang Pariaman telah mencapai progres 100 persen. Pekerjaan tersebut meliputi penanganan Muaro Ulakan dan Sungai Batang Ulakan, Sungai Batang Mangau, Sungai Batang Anai, pengangkatan sedimentasi Saluran Primer Daerah Irigasi Anai, serta pembangunan 35 titik sumur bor dangkal.

Total anggaran untuk sejumlah pekerjaan tanggap darurat tersebut mencapai sekitar Rp15,5 miliar. Namun, BWS Sumatera V tetap membutuhkan pembaruan data dari pemerintah daerah apabila terdapat lokasi yang kembali terdampak bencana terbaru.

“Data yang kami sampaikan hari ini merupakan hasil verifikasi tim teknis di lapangan. Namun apabila ada lokasi yang kembali terdampak akibat bencana terbaru, kami tentu membutuhkan pembaruan data dari pemerintah daerah agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada,” jelas Reski.

Selain penanganan darurat, BWS Sumatera V menyampaikan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Salah satunya rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi Daerah Irigasi Batang Anai yang telah memasuki tahap kontrak dengan nilai sekitar Rp82,38 miliar, sementara total pagu rehabilitasi dan rekonstruksi 2026 mencapai Rp430,125 miliar.

John Kenedy Azis mengatakan kunjungannya bertujuan mendapatkan informasi langsung mengenai perkembangan berbagai program yang sedang maupun akan dilaksanakan di Padang Pariaman. Menurutnya, informasi tersebut dibutuhkan karena wilayah Padang Pariaman memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor, termasuk pada Batang Anai, Muaro Batang Ulakan, Batang Tapakih, dan Batang Mangau.

“Karena banyak pertanyaan dari masyarakat, setidaknya saya ingin mengetahui secara langsung sejauh mana progres rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang diproses serta kapan pelaksanaannya dapat direalisasikan di lapangan,” ujar JKA. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap koordinasi dengan BWS Sumatera V semakin kuat sehingga penanganan sungai serta program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat segera direalisasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....